nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Latihan Pembebasan Sandera untuk Uji Kesiapan Pasukan Satgultor TNI

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 11:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 09 337 2040953 latihan-pembebasan-sandera-untuk-uji-kesiapan-pasukan-satgultor-tni-1XkZZ3RZ3p.jpg Komandan Satgultor TNI Mayjen Suhartono. (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Komandan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI Mayjen Suhartono mengatakan latihan pembebasan sandera dilakukan untuk menguji kesiapan pasukan khusus yang terdiri dari Satuan 81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satuan Bravo 90 Korpaskhas TNI AU. Latihan ini, kata Suhartono, diawali dengan geladi posko satu, yakni latihan perencanaan sebelum melakukan manuver di lapangan.

"Salah satu yang dilatih di sana adalah mekanisme perencanaan yang diawali dengan kegiatan hubungan antara komandan dan staf. Mulai dari menerima direktif dari pimpinan, kemudian analisis tugas, sampai merencanakan rencana manuver dengan melihat berbagai macam situasi dan kondisi di lapangan," papar Suhartono di kawasan Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (9/4/2019).

(Baca juga: Satgultor TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme di Ancol)

Latihan Satgultor TNI. (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

Dari situ, lanjut dia, TNI akan mengetahui apa langkah yang akan diambil dalam mengantisipasi suatu peristiwa. "Seperti yang dilihat tadi, ada yang menggunakan lintas udara dengan heli, ada yang menggunakan kendaraan darat, dan ada yang menggunakan kendaraan laut. Ini dimaksudkan sebagai alternatif cara bertindak," jelasnya.

Kemudian, tambah Suhartono, dilanjutkan dengan geladi lapangan. Setelah direncanakan maka akan diuji di lapangan dengan menguji kemampuan teknis dan taktis dari semua elemen yang terlibat.

"Contohnya tadi kita menggunakan sniper dari Satuan 81 Gultor, Satuan Bravo, dan Denjaka. Ini salah satu yang kita ujikan di lapangan yang secara nyata tadi bisa dilihat menggunakan peluru tajam dengan berbagai rintangan yang ada. Salah satunya menembak ke atas, horizontal, dan ke bawah. Ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda," terangnya.

Selain itu, kata Suhartono, TNI juga menggunakan teknik fast roping dengan menggunakan helikopter untuk masuk ke hotel yang menjadi lokasi simulasi penyanderaan. Di sisi lain ada pula yang menggunakan fast drive di darat, dan ada yang menggunakan sea rider untuk di laut.

(Baca juga: Gelar Latihan Penanggulangan Teror, Panglima Tegaskan TNI Siap Amankan Pemilu 2019)

Latihan Satgultor TNI. (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

"Ini memberikan alternatif cara bertindak yang mungkin bisa digunkan dalam kasus yang sebenarnya," ucap Suhartono.

Kemudian teknik penyelesaian sasaran masing-masing punya kriteria yang berbeda. Adapun dalam pembebasan ini Satgultor TNI melibatkan sedikitnya 500 prajurit dari Satuan 81 Gultor Kopassus, Denjaka AL, dan Satuan Bravo 90 Korpaskhas AU dengan unsur-unsur lainnya.

"Salah satunya Penerbad, angkatan udara, juga helinya. Kemudian dari AL juga kita juga melibatkan personel dari BAIS TNI, Komlek TNI, dan berbagai macam unsur yang kita butuhkan," tuturnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini