nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 9 April: Pileg 2009 dan 2014 Digelar, Soekarno Bentuk Kabinet Karya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 07:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 09 337 2040863 peristiwa-9-april-pileg-2009-dan-2014-digelar-soekarno-bentuk-kabinet-karya-0lZV0EHxT8.jpg Ilustrasi Pemilu (Foto: Okezone)

JAKARTA - Banyak peristiwa atau momen yang terjadi pada tanggal 9 April di sepanjang perjalanan hidup manusia. Beberapa momen yang terjadi pada 9 April tercatat menjadi sejarah sepanjang perjalanan hidup manusia.

Okezone merangkum beberapa momen yang menjadi sejarah atau peristiwa penting tepat pada 9 April‎. Berikut peristiwa pada 9 April yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Pelaksanaan Pemilihan Legislatif pada 2009 dan 2014

Pemilu

Pada 9 April 2009, dilaksanakan Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk memilih 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, dan anggota DPRD tingkat provinisi, maupun kabupaten dan kota se-Indonesia. Pileg 2009 diikuti oleh 38 partai yang memenuhi kriteria.

Pada pileg 2009, Partai Demokrat mendapatkan suara terbanyak disusul dengan Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Demokrat mendapat 150 kursi, Golkar 107 kursi, dan PDI-P 95 kursi.

Pemilu untuk pileg kembali digelar pada 9 April 2014. Tak berbeda dari sebelumnya, ‎Pemilu ini untuk memilih 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, dan anggota DPRD tingkat provinisi, maupun kabupaten dan kota se-Indonesia.

Pemilu 2014 diikuti oleh 12 partai nasional dan 3 partai lokal Aceh. Pada 2014, PDI-P mendapatkan kursi terbanyak dengan perolehan 109 kursi, disusul Golkar 91 kursi, dan Gerindra 26 kursi.

2. Soekarno Bentuk Kabinet Djuanda atau Kabinet Karya

Soekarno

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno membentuk Kabinet Karya atau Kabinet Djuanda, pada 9 April 1957. Saat itu, Kepala Pemerintahan dipimpin oleh Djuanda Kartawidjaja. Adapun, jumlah menteri dalam kabinet tersebut berjumlah 28 orang.

Adapun, program kabinet tersebut ada lima poin. Lima poin tersebut yakni, membentuk dewan nasional; normalisasi keadaan Republik Indonesia; melanjutkan pembatalan Konferensi M‎eja Bundar; memperjuangkan Irian Barat; mempercepat pembangunan.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini