Pelaku Penyebar Hoaks Tentang Server KPU Tak Menyangka Ulahnya Jadi Viral

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 08 April 2019 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 08 337 2040633 pelaku-penyebar-hoaks-tentang-server-kpu-tak-menyangka-ulahnya-jadi-viral-0kAc9gIvnS.jpg ilustrasi

JAKARTA - Karopenmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dua tersangka pemilik akun media sosial mengunggah video dan tulisan berisi tudingan bahwa server KPU sudah disetting untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf sengaja menyebar informasi tanpa klarifikasi lebih dulu dan atas inisiasi pribadi.

“Yang jelas inisiasi dia sendiri. Ketika dia mendapat upload-an tentang video yang viral tersebut inisiasi dia, dengan menambahkan narasi-narasi. Kemudian dia memviralkan, baik melalui akun yang dimiliki tersangka mereka juga ngelink ke babe news, dari babe news langsung viral juga,” ungkap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Dedi menceritakan, seusai mendapatkan laporan dari pihak KPU, polisi segera bergerak cepat dengan menangkap tersangak EW terlebih dahulu di kawasan Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu 6 April 2019 dini hari.

Dari keterangan pelaku EW, kata Dedi, yang bersangkutan langsung mengakui jika dirinya memang memviralkan video tersebut di twitter pribadinya. Namun, pelaku tak menyaka jika postingannya viral di media sosial.

“Enggak menyangka juga yang bersangkutan bahwa responsnya akan seviral itu,” kata Dedi.

(Baca Juga: Polisi Buru 2 DPO Lagi terkait Video Hoaks Server KPU Menangkan Jokowi)

Kemudian, dari hasil pengembangan tersangka EW, penyidik mendapati satu akun lagi yang memposting hal serupa. Namun, keberadaanya di daerah Lampung dan pihak penyidik berkoodinasi dengan Polda Lampung. “Ditangkaplah RD di Lampung saat ini masih dalam pemeriksaan di Polda Lampung,” ujar Dedi.

RD yang merupakan ibu rumah tangga dengan memiliki latar belakang pendidikan cukup tinggi. Namun, ia tak menyaring informasi yang didapatinya dan kemudian di posting di Facebook dan twitter pribadinya.

“Dia memviralkan lewat akun FB, dan enggak menyangka juga akan seviral itu,” ujar dia.

Selain itu, menekankan bilamana antara EW dan RD tak mempunyai hubungan. Kedua tak saling kenal, sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan pun keduanya hanya sebagai buzzer saja.

“Hasil pemeriksaan dan jejak digital yang dimiliki ini hanya sebagai buzzer,” tandas Dedi.

Atas perbuatan keduanya pun dikenakan pasal 13 ayat 3 dan pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukum penjara empat tahun.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini