nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Panah Diamankan Satgas TNI Konga Monusco dari Suku Twa dan Buntu

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 06 April 2019 18:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 06 337 2039957 ratusan-panah-diamankan-satgas-tni-konga-monusco-dari-suku-twa-dan-buntu-OZwMRoskQW.jpg Satgas TNI Konga Manusco mengamankan ratusan panah dari dua suku yang bertikai. (Foto: Dispenad)

JAKARTA – Satgas TNI Konga XXXIX-A/RDB Monusco berhasil mendamaikan pertikaian Suku Twa dan Suku Buntu serta mengamankan ratusan senjata tajam berupa busur dan anak panah di wilayah Kampung Kambu, Elia, Kabeke, dan Fatuma, Republik Demokratik Kongo. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Dansatgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko dalam keterangannya, di Kalemie, Kongo, Sabtu 6 April 2019.

Dwi mengatakan bahwa sejumlah alat perang tersebut berhasil diamankan selama gelar "Operasi Laba-Laba" dalam misi Long Range Mission (LRM) bersama staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDRRR) beberapa waktu lalu.

"Dalam misi Long Range Mission bersama staf DDRRR, selain berhasil mendamaikan pertikaian antara Suku Twa dan Suku Buntu, kita juga mengamankan ratusan busur dan anak panah dari warga," kata Dwi yang pernah memimpin Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-J/Unifil ini.

(Baca juga: Yonif 643/Wns Amankan 14.400 Liter Miras di Lintas Batas Segumon)

(Foto: Dispenad)

Lulusan terbaik Akmil 1998 ini pun menerangkan bahwa penyerahan peralatan perang dari kedua suku tersebut dilatarbelakangi niat menghentikan peperangan dan menyatakan sepakat damai.

Kesepakatan tersebut, ungkap Dwi, telah dibuat pada Januari lalu yang ditandatangani kedua belah pihak yaitu Byandike Swedi Shambaza selaku pemimpin Suku Bantu dan Kisibwe Ponda Mali yang merupakan pemimpin Suku Twa.

"Ini merupakan langkah positif, sebagai tindak lanjut pasca-perjanjian damai beberapa waktu lalu antara kedua belah pihak (Suku Twa dan Suku Buntu)," ujar pria kelahiran Tulungagung, 30 November 1976, itu.

Adapun sejumlah senjata yang berhasil diamankan dari operasi tersebut yaitu 315 busur, 550 anak panah, serta berbagai senjata tajam lainnya yang diserahkan oleh masyarakat kepada Satgas TNI Konga XXXIX-A/RDB Monusco.

(Baca juga: Peduli Balita dan Ibu Hamil, Yonif 328 Gelar Posyandu di Perbatasan RI-Papua Nugini)

(Foto: Dispenad)

Pelaksanaan operasi damai ini sendiri, kata Dwi, berlangsung selama empat hari di beberapa wilayah Desa. Di antaranya adalah Fatuma, Kambu, Kabeke, Elia, Kabwela, Lioni, dan Mwanza.

Di mana Satgas TNI Konga XXXIX-A/RDB MONUSCO, lanjut dia, menugaskan sejumlah prajurit yang dipimpin Kapten Caj Deliyana Yudha Negara dan staf DDRRR yang dipimpin Mr Jeannot Moluba.

Selama operasi berlangsung, pihaknya juga melaksanakan kegiatan layanan kesehatan gratis dan pendampingan psiko sosial oleh personel staf Civil and Military Coordination (CIMIC) sebagai sarana untuk komunikasi dan interaksi antara personel satgas bersama warga masyarakat.

"Saya pribadi sangat mengapresiasi kerja keras tim selama pelaksanaan kegiatan," kata Dwi, "Kita berharap ke depan tidak terjadi lagi pertikaian antar-kedua suku karena akan berdampak pada stabilitas keamanan di wilayah tersebut."

Saat ini ratusan alat perang tersebut sudah diamankan di Markas Satgas ATNI Konga XXXIX-A/RDB Monusco untuk dilakukan proses pemusnahan selanjutnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini