nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK Optimis Besarnya Jumlah Penduduk Tidak Jadi Beban Negara

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 06 April 2019 16:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 06 337 2039917 jk-optimis-besarnya-jumlah-penduduk-tidak-jadi-beban-negara-Bwfyd6X8hQ.jpg Wapres Jusuf Kalla

MALANG - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebut Indonesia sebagai negara dengan salah satu jumlah penduduk terbesar di dunia menjadi modal pembangunan, bukan malah menjadi beban negara.

Hal disampaikannya saat membuka Festival Kebangsaan II di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Sabtu (6/4/2019).

JK mengatakan penduduk yang besar pernah dianggap sebagai beban. Namun di tengah persaingan saat ini, penduduk yang besar menjadi modal utama di tengah persaingan dengan negara-negara maju lainnya.

"Penduduk Inonesia no 4 (terbanyak) di dunia, penduduk merupakan modal utama. Di China pernah penduduk dianggap beban, China pernah ingin mengurangi penduduknya tapi setelah menyadari bahwa penduduk adalah aset bangsa, bukan hanya beban, bukan beban untuk kasih makanan saja," ujar JK.

(Baca Juga: Jusuf Kalla Jelaskan 3 Modal Utama Indonesia Jadi Negara Maju)

Terlebih, JK menilai sebagai mayoritas penduduk islam terbesar di dunia, itu menjadi modal penting di tengah konflik beberapa negara dengan mayoritas berpenduduk Islam di Timur Tengah.

"Kita negara dengan penduduk Islam terbesar. Alhamdulillah juga damai, dibanding negara islam di Timur Tengah. Semua modal-modal itu, semua modal bagi kita untuk maju, bukan beban," kata JK.

Selain itu penduduk yang beragam dengan suku, agama dan budaya membuat Indonesia semakin indah. JK mengisahkan setiap suku mempunyai karakter dan budaya yang berbeda-beda.

"Coba bayangkan kalau semua bangsa ini orang Jawa, pasti semua halus dan berbicara halus dan kadang kuta juga tidak pahami. Atau semua orang Makasar, semua bicara keras semuanya, atau orang Batak. Alhamdulillah kita berbagai suku, sehingga kita tercampur satu kekuatan dalam kebangsaan ini bukan perbedaan, tapi menjadi kekuatan bangsa ini," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini