nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Intimidasi Jurnalis, 10 Lembaga Kewartawanan Bentuk Komite Keselamatan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 17:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 05 337 2039595 marak-intimidasi-jurnalis-10-lembaga-kewartawanan-bentuk-komite-keselamatan-TruN7VFsli.jpg Pembentukan komite kekerasan jurnalis (Foto: Achmad Fardiasyah/Okezone)

JAKARTA – Maraknya kekerasan terhadap profesi jurnalis membuat sejumlah lembaga membentuk komite keselamatan. Lembaga tersebut terdiri dari instansi pers dan organisasi nonpemerintah.

Ketua Bidang Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Sasmito Madrin mengatakan, pembentukan komite ini bertujuan untuk menangani kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis dan menyelesaikan sengketa jurnalistik.

"Hingga saat ini ada 10 lembaga yang berkomitmen bergabung dengan Komite Keselamatan Jurnalis," katanya di Gedung Pers, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. (5/4/2019).

 baca juga: Apa Kabar Kasus Penganiayaan Wartawan di Acara Munajat 212?

Namun saat ini, Komite tersebut baru sekedar penyusunan prosedur standar dalam menangani kasus kekerasan atau sengketa jurnalistik.

"Prosedur standar itu mencakup definisi kekerasan fisik berupa penganiayaan, penyekapan, penculikan hingga pembunuhan terhadap jurnalis. Kemudian, kekerasan nonfisik yang meliputi verbal seperti penghinaan, penghadangan hingga perusakan alat," ujarnya.

Dirinya mengatakan, dalam prosedur standar nantinya dilengkapi sistematika penanganan berupa verifikasi masalah, hingga koordinasi dengan penegak hukum dan Dewan Pers.

 Baca juga: Ketika Diskusi AJI Hening saat Tahu Remisi Pembunuh Wartawan Dibatalkan

"Prosedur standar mengatur tata cara pendampingan korban hingga pengumpulan dana untuk penanganan masalah," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum AJI Indonesia Abdul Manan berharapkan membuka akses yang lebih luas dalam penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan.

"Kita berharap tidak ada kasus kekerasan. Tapi kita harus siap antisipasi kalau itu terjadi," tutupnya.

Dalam pembetukkan komite ke 10 lembaga mendeklarasikan Pembentukan Komite Keselamatan Jurnalis yakni.

Kebebasan pers adalah syarat utama konsolidasi demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia jika tak segera dibatasi kekerasan terhadap jurnalis yang terus meningkat setiap tahun bisa menggerus kebebasan itu.

 Baca juga: Hari Pers Nasional 2019, PDIP Minta Pemerintah Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan Bali

Untuk itu kami berdatangan di bawah ini bertindak mewakili lembaga bersepakat mendirikan komite keselamatan jurnalis sebagai wadah bersama untuk melindungi pekerja media dan menghentikan siklus impunitas pelaku kekerasan terhadap jurnalis.

Kami yang bertanda tangan dibawah ini. AJI Indonesia, LBH Pers, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi Media Siber Indonesia, dan Ikatan Jurnalisme Televisi Indonesia (IJTI).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini