Soal Amplop ke Kiai Zubair, Luhut: Saya Memberikan Bisyaroh untuk Pengobatan Beliau

Angkasa Yudhistira, Okezone · Jum'at 05 April 2019 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 05 337 2039436 soal-amplop-ke-kiai-zubair-luhut-saya-memberikan-bisyaroh-untuk-pengobatan-beliau-FVlfZzBpVH.jpg Luhut saat menjenguk Kiai Zubair di Bangkalan, Madura (Foto: Facebook)

JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara soal video kunjungannya ke Pesantren Nurul Cholil di Bangkalan, lantaran menjadi viral di media sosial sebab ia sempat memberikan amplop ke Kiai Zubair Muntasor.

"Kunjungan saya ke Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan pada Sabtu 30 Maret 2019, merupakan bentuk silaturahmi," ujar Luhut dalam akun Facebook-nya yang dikutip Okezone, Jumat (5/4/2019).

Luhut mengatakan, silaturahmi ke pondok pesantren sudah biasa ia lakukan sejak menjadi Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Madiun, Jawa Timur, pada tahun 1995. "Bagi saya keberadaan pesantren telah menjadi pilar penting untuk menjaga kekokohan NKRI," kata Luhut.

Dari kebiasaan tersebut, mantan Menko Polhukam ini menyatakan dirinya mulai mengenal almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang kemudian banyak mengajarinya tentang tradisi pesantren, sejarah Islam, dan tentang Islam yang membawa kedamaian.

"Khusus mengenai kunjungan ke Bangkalan, saya sengaja menjenguk KH. Zubair Muntasor yang saya dengar memiliki masalah kesehatan. Tentu hal ini tidak patut saya ceritakan ke publik secara lebih mendetail karena privasi beliau," tuturnya.

Dikatakannya, ketika dirinya bertamu ke sana, mendapat jamuan yang sangat hangat.

"Saya hanya dapat membalas dengan memberi bisyaroh (tanda terima kasih -red) sekedarnya untuk membantu pengobatan beliau. Sayapun lebih dulu diberi oleh-oleh berupa batik dan batu akik. Begitulah tradisi yang kami lakukan untuk menjaga tali silaturahmi," kata Luhut.

Pertemuan tersebut, sambungnya, berlangsung sekira 15 menit. Dirinya pun menitipkan pesan agar jangan sampai ada umat atau santri yang golput pada Pemilu 2019.

"Saya menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengatakan telah terjadi jual beli suara dalam pertemuan tersebut. Bagi saya, fitnah yang keji itu mencoreng kehormatan terutamanya KH. Zubair Muntasor dan pondok pesantren yang diasuhnya," ujarnya.

Karena itu, Luhut mengimbau kepada para elite agar mengedepankan pikiran jernih ketimbang prasangka buruk, dan hati yang bersih ketimbang hati yang penuh kecurigaan.

"Ajaran hubungan dan jalinan silahturahmi yang sudah diajarkan turun temurun oleh para leluhur kita jangan dirusak oleh kepentingan sesaat para elite. Sebelum bertindak bertanyalah dan berdialoglah dengan hati nurani yang paling dalam untuk melakukan sesuatu yang terbaik," kata Luhut.

Sekedar diketahui, dalam video yang menjadi viral, Luhut sempat meminta kiai Zubair untuk mengajak umat mengenakan baju putih ke tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan 17 April 2019.

Video berdurasi 1 menit 24 detik itu disebar politikus Demokrat Andi Arief yang mengunggah di akun Twitter pribadinya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini