nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkas 4 Tersangka Pengaturan Skor Bola Dinyatakan Lengkap oleh Kejagung

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 13:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 05 337 2039422 berkas-4-tersangka-pengaturan-skor-bola-dinyatakan-lengkap-oleh-kejagung-U6RaJVDT2T.jpg Ilustrasi Kejaksaan Agung RI. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Berkas pekara terkait kasus pengaturan skor pertandingan sepakbola dengan empat tersangka yakni Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Agung. Selain itu, dua tersangka lainnya yaitu wasit Nurul Safarid (NS) dan ML staf direktur perwasitan PSSI juga dinyatakan lengkap.

"Pada hari Kamis 4 April 2019, Kejaksaan Agung RI nyatakan lengkap (P-21) berkas perkara tersangka inisial P dan AYA (dalam satu berkas perkara), NS, dan ML dalam kasus dugaan tindak pidana pengaturan pertandingan (match fixing) sepakbola di Liga Indonesia dari Satgas Antimafia Bola Mabes Polri," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mukri, Jumat (5/4/2019).

(Baca juga: Satgas Antimafia Bola Polri Periksa Dirut PSS Sleman)

Ia menambahkan, Tim Jaksa Peneliti sedang menunggu penyerahan barang bukti dan tersangka dari Satuan Tugas Antimafia Bola Polri.

Ilustrasi Kejagung RI. (Foto: Okezone)

"Bahwa dengan dinyatakan lengkap tiga berkas perkara tersebut, Tim Jaksa Peneliti saat ini masih menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Satgas Antimafia Bola Mabes Polri," kata Mukri.

(Baca juga: Kejagung Terima Berkas Perkara Tersangka Joko Driyono)

Sebagaimana diketahui, Priyanto dan Anik Yuni disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sementara tersangka Nurul Safarid disangkakan melanggar Pasal 3 UU 11/1980 tentang Tindak Pidana Suap juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sementara tersangka ML disangkakan melanggar Pasal 3 UU 11/1980 tentang Tindak Pidana Suap juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 5 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini