nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kembali Bongkar Amplop Suap "Serangan Fajar" Bowo Sidik Pangarso

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 14:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 04 337 2038988 kpk-kembali-bongkar-amplop-suap-serangan-fajar-bowo-sidik-pangarso-y66dDRF7Nw.jpg Barang Bukti Uang dalam Amplop (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membongkar amplop-amplop yang berisi uang suap untuk serangan fajar mantan Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso, pada hari ini. Tim akan membuka kardus keempat yang berisi amplop uang suap tersebut.

"Perkembangan penghitungan uang di amplop, sampai siang ini, tim mulai masuk pada kardus keempat‎," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Tim pen‎yidik sendiri telah membongkar tiga dari 84 kardus yang berisi amplop uang serangan fajar Bowo Sidik Pangarso sebelumnya. Saat ini, kata Febri, sudah ada 15.000 amplop yang telah dibuka dan berisi uang total Rp300 juta.

"Sejauh ini telah dibuka 15 ribu amplop. Uang dalam amplop (yang sudah dibuka) berjumlah Rp300 juta," terangnya.

Baca Juga: KPK Minta Temuan Cap Jempol di Amplop "Serangan Fajar" Bowo Sidik Tidak Dipolitisasi

KPK

KPK memastikan akan membongkar 400 ribu amplop yang berisi uang suap untuk serangan fajar tersebut. Namun, KPK butuh waktu yang cukup lama untuk mengungkap keseluruhan isi dalam amplop tersebut.

Dari hasil pengecekan amplop-amplop yang ada di dalam tiga kardus sebelumnya, tim menemukan adanya cap jempol. Namun, KPK menegaskan bahwa amplop yang berisi uang tersebut masih disinyalir untuk kepentingan Bowo maju kembali menjadi anggota DPR.

Bowo sendiri merupakan calon legislatif (caleg) petahana Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II sekaligus Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Golkar. Saat ini, Bowo telah ditetapkan sebagai tersangka suap jasa angkut distribusi pupuk.

‎Mantan Politikus Golkar tersebut ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Baca Juga: Geledah Kantor PT Pupuk Indonesia hingga Humpuss, KPK Sita Dokumen Kerjasama

Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima enam kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini