Share

Sekjen DPR Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Romahurmuziy

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 04 April 2019 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 04 337 2038869 sekjen-dpr-diperiksa-kpk-terkait-kasus-suap-romahurmuziy-WJBeql1BG5.jpg Romahurmuziy (Romi). (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Seretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar sebagai saksi terkait kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag), hari ini.

Sedianya, Indra akan diperiksa untuk proses penyidikan mantan Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (RMY).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romi)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Belum diketahui kaitan Sekjen DPR dengan perkara suap yang menyeret Romi tersebut. Diduga, Indra Iskandar mengetahui konstruksi‎ perkara serta kronologis jual-beli jabatan di Kemenag.

Pemeriksaan Perdana, Romahurmuziy Tebar Senyum di Dalam Mobil Tahanan

Selain Sekjen DPR, tim juga memanggil tiga saksi lainnya dari panitia pelaksana seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Ketiganya yakni, Ari Haryanto, Afridul, dan Muhammad Basworo. Ketiganya juga akan diperiksa untuk tersangka Romi.

(Baca juga: Staf Ahli Menag Mangkir Pemeriksaan KPK terkait OTT Romi)

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Romi sebagai tersangka. Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Kemudian, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. Sebab, Haris diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

Pada tanggal 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini