nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amien Rais Hadir Jadi Saksi Sidang Hoaks Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 09:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 04 337 2038858 amien-rais-hadir-jadi-saksi-sidang-hoaks-penganiayaan-ratna-sarumpaet-CZ5eFX0nLp.jpg Amien Rais jadi saksi sidang kasus hoaks pengeroyokan Ratna Sarumpaet. (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Amien Rais menghadiri sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Dia akan memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara ini.

Berdasarkan pantauan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019), politikus senior PAN itu tiba sekira Pukul 08.40 WIB. Amien mengenakan pakaian batik biru dan celana abu-abu. Setibanya dilokasi, tak banyak pernyataan yang dilontarkan Amien Rais kepada awak media.

"Saya datang untuk saksi, Ratna Sarumpaet," singkat Amien di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/42019).

Wajah Datar Ratna Sarumpaet saat Jalani Sidang Perdana

Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memang berencana menghadirkan empat orang untuk menjadi saksi. Salah satu saksi yang ingin dihadirkan adalah Amien Rais. Sedangkan ketiga lainnya adalah, Andika, Yudi Andrian dan Eman Suherman.

(Baca juga: Kesaksian Karyawan Ratna Sarumpaet yang Merasa Terpukul Dibohongi soal Muka Lebam)

"Hari ini sesuai jadwal namanya ada Andika, yang kedua Yudi Andrian, Eman Suherman, dan yang terakhir Bapak Amien Rais. Nanti ada 4 yang kami rencanakan dalam sidang kali ini," kata Koordinator JPU, Daroe Trisadono.

Adapun kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini