nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amien Rais Masuk Daftar Saksi Persidangan Ratna Sarumpaet Hari Ini

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 09:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 04 337 2038856 amien-rais-masuk-daftar-saksi-persidangan-ratna-sarumpaet-hari-ini-Gn5ISqQ6Mx.jpg Amien Rais. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini kembali menggelar sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Jaksa penuntut umum (JPU) berencana menghadirkan empat orang untuk menjadi saksi.

Salah satu saksi yang ingin dihadirkan adalah politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Sedangkan ketiga lainnya adalah Andika, Yudi Andrian, dan Eman Suherman.

"Hari ini sesuai jadwal namanya ada Andika, yang kedua Yudi Andrian, Eman Suherman, dan yang terakhir Bapak Amien Rais. Nanti ada empat yang kami rencanakan dalam sidang kali ini," kata Koordinator JPU Daroe Trisadono di PN Jaksel, Kamis (4/4/2019).

(Baca juga: Tangis Ratna Sarumpet Pecah Dengarkan Kesaksian Nanik S Deyang)

Tim JPU berpandangan bahwa para saksi memiliki keterangan penting dalam perkara ini. Nantinya pernyataan saksi-saksi dikuatkan sebagaimana tertuang dalam dakwaan JPU.

Ratna Sarumpaet. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

Lantaran dirasa memiliki pernyataan penting, JPU berharap seluruh saksi dapat menghadiri persidangan ini. Termasuk, Amien Rais yang juga anggota tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

"Insya Allah hadir lah. Kami harapkan keempat saksi ini hadir," ucap Daroe.

(Baca juga: Ratna Sarumpaet Bantah Kesaksian Sopirnya terkait Konpers Prabowo)

Adapun kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini