nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Bendahara PBNU dan Pejuang Gerilya KH Syaiful Masykur Meninggal Dunia

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 10:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 03 337 2038553 mantan-bendahara-pbnu-dan-pejuang-gerilya-kh-syaiful-masykur-meninggal-dunia-h2JROf3kqg.jpg

JAKARTA – Mantan bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Syaiful Islam bin Masykur meninggal dunia. Jenazah eks pejuang gerilya 1948-1949 itu disemayamkan di rumahnya di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat dan akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Pondok Pesantren Bungkuk Singosari, Malang, Jawa Timur.

Syaiful juga pendiri Yayasan Unisma Malang meninggal dunia, Rabu (3/4/2019) sekira pukul 01.00 WIB. Jenazahnya sudah dimandikan pagi tadi dan akan diterbangkan ke Malang.

“Diperkirakan jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Jakarta pada pukul 10.00 menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, dan akan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh Malang pada pukul 14.00 dan langsung dibawa dengan ambulan ke Bungkuk untuk disalatkan,” demikian seperti dikutip dari laman NU Online.

Syaiful Masykur merupakan putra dari Kiai Masykur, mantan panglima sabilillah, ketua PBNU, anggota BPUPKI dan Menteri Agama era Presiden Soekarno.

Syaiful Masykur pada usia 10 tahun sudah ikut bergerilnya bersama ayahnya Kiai Masjkur dari Ibu Kota melintas Yogyakarta-Solo-Termas Pacitan-Trenggalek-Ponorogo, menghindari kejaran pasukan Belanda. Mereka bertaktik bersama Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Ketika itu Belanda melakukan agresi militer kedua, 1948-1949.

Presiden Soekarno dan beberapa pejabat penting ditangkap. Keberadaan Kiai Masykur yang bertahan sebagai anggota kabinet dan selamat dari tentara Belanda penting dalam Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) untuk memberikan semangat kepada para pejuang yang masih tersisa sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa pemerintahan RI masih ada.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini