nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Megawati Beri KTA PDIP untuk Habaib Hingga Purnawirawan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 16:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 02 337 2038317 megawati-beri-kta-pdip-untuk-habaib-hingga-purnawirawan-RNHmpzWHSB.jpg Megawati dan Para Habaib (Foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) melantik dan menyerahkan kartu tanda anggota (KTA) kepada sejumlah habaib, ulama, purnawirawan TNI-Polri, dan akademisi yang bergabung menjadi anggota partai berlogo banteng moncong putih itu.

Pelantikan dan pemberian KTA itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Acara tersebut dilaksanakan di Kantor DPP PDIP, Jakarta. Hadir pula Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama jajaran pengurus pusat seperti Andreas Hugo Pareira, Rokhmin Dahuri, Djarot Saiful Hidayat, dan Wiryanti Sukamdani.

Megawati kemudian menceritakan berbagai pengalaman hidupnya sejak zaman kemerdekaan RI di era Bung Karno, beserta pengalamannya sendiri berkutat dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di era Orde Baru, hingga menjadi PDIP.

"Kami ini ya begini. Yang jelas, paling utama bagi kami adalah ideologi Pancasila," kata Megawati dalam pidatonya, Selasa (2/4/2019).

Baca Juga: Megawati "Turun Gunung" demi Genjot Semangat Kader Banteng

Mega

Presiden RI Kelima itupun meminta agar para ulama, purnawirawan, dan akademisi agar terus menjaga bangsa ini setia pada jalan Pancasila dan Islam yang rahmatan lil alamin.

"Kenapa tak dinikmati kemerdekaan ini dengan menikmati Pancasila? Mari lebih baik kita lakukan itu daripada sesuatu yang keras-keras," kata Megawati.

Habaib yang menerima KTA itu adalah Habib Husein Muhdar Almuhdar, Habib Muhammad Sholeh Al Muhdar, Habib Ali Assegaf mewakili Masyarakat Dialog Antar Agama, KH Zainal Arifin bersama 20 ulama Betawi, dan Habib Salim. Turut hadir juga perwakilan KWI Romo Agustinus Heri Wibowo dan Pendeta Albertus Patty dari PGI.

"Mendengar ada ulama yang hendak menerima KTA dari Ibu Megawati, purnawirawan TNI-Polri tak mau kalah. Apalagi di debat pilpres kemarin ada yang mengaku dirinya lebih TNI dari TNI," kata Hasto Kristiyanto saat memberi pengumuman soal nama-nama penerima KTA.

Sejumlah nama purnawirawan yang disebut diantaranya adalah Mayjen TNI (Purn) Andri Sutarno, Mayjen TNI (Purn) Bambang Haryanto, Laksamana Madya TNI (Purn) Yuhastihar, Marsekal Muda TNI (Purn) Benedictus Widjanarko, dan Irjen Pol (Purn) Albertus Simanjuntak.

Hasto

Sementara dari kalangan akademisi, mereka adalah Diah Arimbi dan Bambang Pitoyo.

"Pemberian KTA ini adalah wujud PDIP sebagai rumah kebangsaan Indonesia Raya. PDIP selalu berjuang menjadi rumah rakyat, berjuang menjalankan cita-cita Bung Karno demi terwujudnya kesejahteraan rakyat," kata Hasto.

Habib Husein Muhdar Almuhdar, yang diberi kesempatan berbicara dan membaca doa mewakili para ulama, sempat membacakan sebuah pantun. Kata Habib Husein, pantun itu sudah ada sejak zaman dulu.

"Gedhang Goreng enak legi, melok Banteng wani mati. Kita berjuang menyebarkan kebaikan dan menegakkan kebenaran. itulah yang dimaui oleh Pak Karno untuk kita lakukan. Merdeka," kata Habib Husein.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini