nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Contohkan Hoax: MUI Diminta Halalkan Babi Panggang, Legalkan LGBT, Tuyul Ditangkap

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 02 April 2019 12:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 02 337 2038196 jokowi-contohkan-hoax-mui-diminta-halalkan-babi-panggang-legalkan-lgbt-tuyul-ditangkap-ViYX8avX7u.jpeg Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai kesempatan sering mengajak melawan berita bohong atau hoaks yang merajalela di media sosial. Dia pun mencontohkan beberapa hoaks aneh yang jadi santapan pengguna media sosial.

“MUI diminta halalkan babi panggang. Panadol adalah tisu basah yang dikeraskan. LGBT dan aborsi dilegalkan. Ular mati karena makan wajan. Tuyul tertangkap di Blitar. Sapi menangis peluk pemiliknya sebelum disembelih.” Dan ratusan kabar lainnya.

“Lha, itu berita-berita apa? Inilah beberapa dari ratusan kabar muslihat alias hoaks yang berseliweran sepanjang bulan Maret 2019, dari soal politik, kesehatan, pemerintahan, tokoh, agama, sampai yang mengarah ke penipuan,” katanya melalui akun Instgram @jokowi, Selasa (2/4/2019).

Menurut Jokowi, berita-berita ini sampai ke tangan kita melalui internet, media sosial dan grup-grup percakapan, tanpa mengenal waktu.

“Di antara hoaks itu, tak sedikit tentang saya pribadi. Misalnya, bahwa nama asli saya Herbertus Handoko Joko Widodo bin Oei Hiong Liong. Jokowi salat jenazah pakai duduk, atau Jokowi minta masyarakat beralih ke mata uang Tiongkok.”

Dengan menggunakan pikiran dan akal sehat, apalagi disertai sedikit usaha untuk menelusuri informasi yang sebenarnya, kita tahu semua itu hoaks belaka.

“Saya percaya, mereka yang berakal sehat dan berpikiran jernih, takkan termakan dan terpukau oleh informasi sesat. Mari, sama-sama memeriksa isi berita sebelum disebar, menyaring faktanya sebelum membagikan ke khalayak ramai,” tulis Jokowi.

View this post on Instagram

“MUI diminta halalkan babi panggang. Panadol adalah tisu basah yang dikeraskan. LGBT dan aborsi dilegalkan. Ular mati karena makan wajan. Tuyul tertangkap di Blitar. Sapi menangis peluk pemiliknya sebelum disembelih.” Dan ratusan kabar lainnya. Lha, itu berita-berita apa? Inilah beberapa dari ratusan kabar muslihat alias hoaks yang berseliweran sepanjang bulan Maret 2019, dari soal politik, kesehatan, pemerintahan, tokoh, agama, sampai yang mengarah ke penipuan. Berita-berita ini sampai ke tangan kita melalui internet, media sosial dan grup-grup percakapan, tanpa mengenal waktu. Di antara hoaks itu, tak sedikit tentang saya pribadi. Misalnya, bahwa nama asli saya Herbertus Handoko Joko Widodo bin Oei Hiong Liong. Jokowi salat jenazah pakai duduk, atau Jokowi minta masyarakat beralih ke mata uang Tiongkok. Dengan menggunakan pikiran dan akal sehat, apalagi disertai sedikit usaha untuk menelusuri informasi yang sebenarnya, kita tahu semua itu hoaks belaka. Saya percaya, mereka yang berakal sehat dan berpikiran jernih, takkan termakan dan terpukau oleh informasi sesat. Mari, sama-sama memeriksa isi berita sebelum disebar, menyaring faktanya sebelum membagikan ke khalayak ramai.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Unggahan Jokowi sudah disukai lebih 93 ribu kali dan mengundang beragam komentar.

Akun @wernando_ misalnya menulis “anehnya yang sudah kuliah pun asal membagikan saja apa yang mereka lihat padahal belum tentu dibaca melainkan cuma melihat judul.”

“Baca caption nya hati2 dan di masukkan ke dalam hati, pikirkan dan pelajari dengan seksama, agar kita senantiasa menjadi rakyat Indonesia yang cerdas dan tak mudah terhasut oleh berita hoax..” komentar akun @chk_8.

“Kalau ada yg bilang "pake duit lo dulu ntar gua ganti" termasuk hoax gak pak?,” tanya akun @ghaniyaadeartha.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini