nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, JPU Hadirkan Empat Saksi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 08:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 02 337 2038070 sidang-lanjutan-ratna-sarumpaet-jpu-hadirkan-empat-saksi-JBEEEsCFVu.png Ratna Sarumpaet. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Sidang lanjutan kasus berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet kembali digelar hari ini. Sidang beragenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU).

"Ada empat saksi (hari ini). Tiga saksi sudah konfirmasi hadir dan satu menunggu keterangan rumah sakit," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Supardi saat dikonfirmasi, Selasa (2/4/2019).

(Baca juga: Ratna Sarumpaet Minta Hakim Jangan Salahkan Dokter Operasi Plastiknya)

Sayangnya, ia menolak menyebutkan siapa saja keempat orang yang akan menjadi saksi tersebut. Kendati begitu, Supardi menjelaskan bahwa para saksi merupakan orang dari kediaman Ratna Sarumpaet.

"Saksi-saksi tersebut merupakan orang-orang yang di rumah terdakwa, spesifiknya besok saja," ungkap dia.

Dalam sidang sebelumnya, JPU telah menghadirkan enam saksi. Tiga di antaranya merupakan polisi yaitu Niko Purba, Mada Dimas, dan Arief Rahman. Sementara tiga saksi lagi dari Rumah Sakit Bedah Bina Estetika yaitu dr Desak Asita Kencana, dr Sidik Setiamihardja, dan seorang perawat bernama Aloysius.

(Baca juga: Saksi Ungkap Ratna Sarumpet Habiskan Rp90 Juta untuk Operasi Plastik)

Adapun kasus hoaks Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar luas di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini Ratna Sarumpaet didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini