PT Inersia Jadi 'Brankas' Uang Suap untuk 'Serangan Fajar' Bowo Sidik

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 29 Maret 2019 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 29 337 2036550 pt-inersia-jadi-brankas-uang-suap-untuk-serangan-fajar-bowo-sidik-aGc7cg2jfz.jpg Bukti KPK soal Korupsi Pupuk (Okezone)

JAKARTA - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 84 kardus berisikan uang dugaan suap Rp8 miliar yang sudah dipecah menjadi Rp50 ribu dan Rp20 ribu dalam 400 ribu amplop putih. Uang dugaan suap tersebut diduga akan digunakan Politikus Golkar, Bowo Sidik ‎Pangarso untuk serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK menyita kardus-kardus berisi uang serangan fajar Bowo Sidik tersebut dari PT Inersia, di Jalan Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. PT Inersia sendiri merupakan perusahaan milik Bowo Sidik Pangarso yang dijadikan tempat untuk menyimpan uang suap.

 Baca juga: Bowo Sidik Diduga Sempat ke Apartemen Wanita Cantik Sebelum Ditangkap KPK

"‎Yang di amplop ini ditemukan di satu tempat, di satu ruangan yaitu di PT Inersia," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019), malam.

 https://img-z.okeinfo.net/content/2019/03/28/337/2036412/kpk-84-kardus-berisi-rp8-miliar-kasus-bowo-sidik-tidak-terkait-pilpres-LcE3S3vgyH.JPG

Basaria menjelaskan, berdasarkan pengakuan dari Bowo Sidik Pangarso, 84 kardus berisi uang Rp8 miliar tersebut akan digunakannya untuk kepentingan pribadi maju sebagai caleg anggota DPR Dapil Jawa Tengah II.

 Baca juga: Bowo Sidik Pangarso Diduga Tak Hanya Menerima Suap dari PT Humpuss

"Untuk sementara dari hasil pemeriksaan tim kita, beliau mengatakam ini memang dalam rangka kepentingan logistik pencalonan dia sendiri sebagai anggota DPR," terangnya.

KPK sendiri telah menetapkan Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka. Politikus Golkar tersebut ditetapkan tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

 Baca juga: KPK: 84 Kardus Berisi Rp8 Miliar Kasus Bowo Sidik Tidak Terkait Pilpres

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima enam kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini