nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peredaran Narkoba dari Balik Lapas Akibat Lemahnya Pengawasan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 03:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 29 337 2036440 peredaran-narkoba-dari-balik-lapas-akibat-lemahnya-pengawasan-kS6hlxR6aE.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Peredaran narkoba dari balik lembaga pemasyarakatan (lapas) hingga kini masih marak terjadi. Hal ini bisa terjadi lantaran dinilai tidak selarasnya antara Ditjen Pemasyarakatan (Pas) dengan aparat penegak hukum seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, Polri dan Bea Cukai yang proaktif menanggulangi peredaran narkoba.

"Persoalannya itu pengawasan di lapas yang lemah. Karena selama ini Dirjen Pas itu lebih bersifat elitis, bukan orang yang punya kompetensi di situ," ujar pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah di Jakarta, Kamis 28 Maret 2019.

Dia menduga adanya penggunaan ponsel yang memudahkan napi narkoba memesan barang haram adalah bukti kelalaian dari Ditjen Pas. Bahkan, ia menyebut terjadi transaksi di lapas sehingga napi narkoba bisa memiliki sel yang istimewa.

"Ini masalah yang umum, tapi Dirjen Pas seakan tutup mata. Oknum yang terlibat dipindahkan. Jadi, persoalan juga oknum-oknum sipir setor, terima suap. Itu jadi sumber masalah," tuturnya.

Oleh karenanya, dalam waktu dekat ini dirinya menyarankan kepada pemerintah untuk mengganti Dirjen Pas yang saat ini dinilainya gagal menepati janji untuk merevitalisasi lapas.

"Selama ini posisi Dirjen Pas itu selalu penunjukan menteri. Kepentingan menteri itu banyakan rekomendasi orang-orang partai, bukan profesional. Jadi, itu menurut saya efektif pemimpin yang menjiwai, menyelesaikan persoalan ini," kata dia.

Sementara di sisi lain, lembaga Ombudsman baru menerima pengaduan adanya jual beli kamar di rumah tahanan (rutan) Jambe, Tangerang, yang nilainya mencapai Rp15 juta. Atas laporan itu, anggota Ombudsman akan bertindak untuk melakukan pemeriksaan.

Temuan itu sendiri lanjutnya, akan membuka cerita lama perkara Wahid Husen, bekas Kepala Lapas Sukamiskin, yang sebelumnya melakukan aksi jual beli kamar terhadap suami dari artis Inneke Koesherawati.

Narkoba

Sebelumnya, Dirjen Pas, Sri Puguh mengklaim sudah melakukan revitalisasi Lapas Nusakambangan yang dilakukan selama delapan bulan belakangan ini.

"Sudah dilaksanakan, baru di Lapas Nusakambangan, karena revitalisasi membutuhkan sumber daya dukungan yang tidak sedikit," kata Sri Puguh.

Menurut Sri, revitalisasi di Lapas Nusakambangan, telah dilakukan dengan proses pembinaan yang bertahap. Saat ini, pihaknya juga terus melakukan kajian karena butuh instrumen yang benar.

"Karena yang kita tangani adalah manusia yang konsepsinya mereka harus lebih baik dan berubah, lebih produktif," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini