nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TKN Bantah Rocky Gerung soal Tak Adanya Kebebasan Berpendapat Era Jokowi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 03:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 29 337 2036439 tkn-bantah-rocky-gerung-soal-tak-adanya-kebebasan-berpendapat-era-jokowi-mINibtENwn.JPG Rocky Gerung (Foto: Ist)

JAKARTA - Angggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Inas N Zubir membantah pernyataan dari pengamat politik Rocky Gerung terkait tidak adanya kebebasan berpendapat dan pers di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia pun menyayangkan pernyataan Rocky terkait program salah satu stasiun televisi swasta, Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa 26 Maret 2019 lalu yang disebutnya sebagai tempat untuk mengibul.

"Pernyataan itu kan aneh, di acara itu saja dia sedang bebas sesuka hati menghujat Jokowi. Meski sering menghujat, dia juga enggak pernah ditahan. Bahkan acaranya juga enggak pernah dibredel," kata Inas kepada Okezone di Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019.

Inas sama sekali tidak menyangka jika Rocky secara blak-blakan melontarkan pernyataannya itu. "Kok bisa, ada narasumber sengaja diundang hanya untuk ngibul. Argumen-argumen Rocky Gerung dalam ILC kemarin juga tidak ada yang baru. Masih berkutat tentang Jokowi, bahkan semakin kelihatan tenggelam dengan obsesinya kepada Jokowi," tuturnya.

Rocky Gerung

Jika Melihat fakta yang ada, Ketua DPP Partai Hanura ini menduga Rocky Gerung hanya menginginkan demokrasi ala dirinya sendiri yang dapat sesuka hati menghujat orang. "Rocky Gerung juga terkesan dengan garang mempertontonkan kefasisannya dengan menentang tekad Jokowi melawan setiap hoaks," kata Inas.

Hal itu lanjutnya, sangat terlihat ketika Rocky dengan garang mengatakan Jokowi harus ditangkap, karena melawan kepada rakyat. Padahal, Jokowi hanya mengatakan, 'selama ini diam, tapi sekarang akan melawan setiap hoaks yang ditujukan kepada dirinya'.

"Pernyataan Jokowi itu kan hak seorang warga negara yang dimiliki oleh Jokowi. Tapi itu ingin direbut begitu saja oleh Rocky Gerung. Itu kan propaganda fasis dalam mengkriminalkan rakyat atau bahkan pejabat negara," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini