Hoax Membahayakan, Polri: 2018 Saja Ada 30.056 Konten Negatif di Medsos

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 28 Maret 2019 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 28 337 2036317 hoax-membahayakan-polri-2018-saja-ada-30-056-konten-negatif-di-medsos-kZuFOYPSBJ.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Konten negatif di media sosial, mulai dari hoax, ujaran kebencian, hingga SARA sudah sangat membahayakan. Apalagi, menjelang Pemilu serentak 2019.

Demikian dikatakan Karo Multimedia Div Humas Polri Brigjen Pol Budi Setiawan, dalam Seminar Nasional bertema “Melawan Hoax untuk Menciptakan Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk di Media Sosial” di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Berdasarkan data Bagian Pemantauan dan Analisa Biro Multimedia Divisi Humas Polri, sepanjang 2018 saja ditemukan 30.056 konten negatif di media sosial. Jumlah itu terbagi dalam berbagai, mulai hoax hingga terorisme.

"Terdiri dari 602 (2%) hoax, 20.945 (70%) provokasi, 1.120 (4%) SARA, 6.886 (23%) hate speech, 491 (2%) radikalisme, dan 12 (0.04%) terorisme. Fakta tersebut tentu harus menjadi perhatian serius," ujarnya.

s

Di era digital ini, kata Budi Setiawan, media sosial memegang peranan yang sangat penting dalam membantu menciptakan terselenggaranya Pemilu yang sejuk, aman dan damai. Data APJII tahun 2017 menyebutkan terdapat 143 juta penduduk Indonesia yang mengakses internet dan memanfaatkan jejaring media sosial untuk berkomunikasi.

"Artinya ada 54 % lebih masyarakat yang menggunakan media sosial setiap harinya," tuturnya.

Budi Setiawan menambahkan, namun dalam perjalanannya di media sosial berseliweran aneka informasi, termasuk informasi hoax, ujaran kebencian bahkan SARA. Meski, Polri sudah sering melakukan penegakan hukum terhadap pelaku yang melakukan hoaks, namun sepenuhnya belum bisa meredam peredaran hoaks.

"Untuk itu, melalui seminar ini, Polri, Pemerintah dan KPU kembali menegaskan dan tanpa henti menghimbau masyarakat agar tidak menyebarkan hoax dan mempolitisasi SARA demi terwujudunya pemilu yang sejuk, aman dan damai," katanya.

Pemilu tinggal beberapa hari lagi, KPU bersama Polri telah menetapkan tagline "say no to hoax dan politisasi SARA demi Pemilu 2019 yang berdaulat, negara kuat,". Menurutnya, seminar ini adalah upaya Polri dengan Pemerintah untuk mensosialisasikan penggunaan media sosial secara cerdas, bijak, cermat dengan menghadirkan para pakar dalam bidangnya yang kompeten dan kredibel.

s

Polri bekerjasama dengan KPU dan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan Seminar Nasional. Seminar dibuka Kabaintelkam yang diwakili Irjen Suntana, Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri.

Adapun Keynote Speech adalah, Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI dan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika. Pembicaranya Mahfud MD, Arief Budiman, Ketua KPU dan Effendy Gazali, Pengamat Komunikasi UI.

Seminar dihadiri kalangan mahasiswa perwakilan BEM seluruh Indonesia, penggiat media sosial dan influencer. Pemilu yang aman sejuk dan damai pada Pileg dan Pilpres 2019 merupakan konsern dari berbagai pihak termasuk Polri.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini