Golkar Tak Siapkan Bantuan Hukum untuk Bowo Sidik

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 28 Maret 2019 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 28 337 2036289 golkar-tak-siapkan-bantuan-hukum-untuk-bowo-sidik-4OHyGMmJb7.jpg Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA - Partai Golkar tidak memberikan bantuan hukum kepada Bowo Sidik Pangarso yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada kasus dugaan suap distribusi pupuk.

Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima permohonan bantuan hukum dari Bowo Sidik. Sebab, berdasarkan informasi yang didapatkan, keluarga Bowo sudah menyiapkan pendamping hukum sendiri.

 Baca juga: Ini Alasan Golkar Pecat Bowo Sidik dari Pengurus Pasca-OTT KPK

"Sampai saat ini belum ada. Tapi dari keluarga sudah siapkan pendampingan hukum. Kalau sudah ada, jadi dari partai tak akan lakukan pendampingan," kata Lodewijk saat jumpa pers di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/3/2019).

 https://img-z.okeinfo.net/content/2019/03/28/337/2036282/ini-alasan-golkar-pecat-bowo-sidik-dari-pengurus-pasca-ott-kpk-fSOpkRr7UY.jpg

Golkar menyesalkan, Bowo Sidik terkena operasi senyap komisi antirasuah. Padahal, Fraksi Golkar sudah mengeluarkan imbauan agar kader-kadernya tidak melakukan korupsi dan melanggar Pakta Integritas.

 Baca juga: Nusron Wahid Ambil Alih Jabatan Bowo Sidik di Golkar Usai OTT KPK

"Golkar meminta kepada seluruh kader terutama yang mencalonkan diri sebagai caleg untuk mengambil pelajaran agar jangan melakukan tindakan tidak terpuji ini," jelas Lodewijk.

Seperti diketahui, Partai Golkar resmi memberhentikan Bowo Sidik Pangarso sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jateng I DPP dan Anggota DPR.

 Baca juga: OTT Kader Golkar, KPK Sita Puluhan Kardus Berisi Uang

Diwartakan sebelumnya, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso ikut terjaring operasi senyap yang dilancarkan KPK. Ada tujuh orang yang diamankan petugas termasuk dari unsur BUMN dalam OTT, Rabu 28 Maret kemarin hingga dini hari tadi.

Mereka diciduk petugas antirasuah diduga gara-gara korupsi terkait distribusi pupuk. Bowo Sidik yang diduga ikut dibawa merupakan anggota Komisi VI dengan ruang lingkup kerja membidangi masalah industri, investasi dan persaingan usaha. Salah satu mitranya adalah BUMN.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini