Joko Driyono Akan Ajukan Penangguhan Penahanan

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 26 Maret 2019 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 26 337 2035112 joko-driyono-akan-ajukan-penangguhan-penahanan-jM5nsAHZE9.jpg Pengacara Joko Driyono, Andru Bimaseta (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Tersangka kasus penghilangan barang bukti perkara skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia, Joko Driyono berencana mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap polisi.

"Kalau ditanya langkah hukum selanjutnya, masih berpikir-pikir terlebih dahulu tapi yang pasti bakal dilakukan permohonan penangguhan penahanan," kata penasihat hukum Joko Driyono, Andru Bimaseta saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Kendati demikian, Andru belum bisa memastikan kapan permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya tersebut diajukan. Pasalnya, saat ini tim kuasa hukum sedang menyiapkan langkah-langkah pembelaan hukum.

Selain itu, Andru juga belum memastikan siapa penjamin yang akan disertakan dalam permohonan penangguhan penahanan tersebut. Kemungkinan kata dia, penjamin yang akan disediakan ialah pihak keluarga.

"Belum ada, mungkin nanti dari keluarga tapi belum ada ini, karena kan keluarga beliau di Serang. Karena kan harus konsentrasi komunikasi dulu, banyak lah yang harus dilakukan," ucap Andru.

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga kuat sebagai aktor intelektual pengerusakan terhadap barang bukti skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. Saat ini, dia sudah dicegah bepergian ke luar negeri.

Joko Driyono

Polisi mendapatkan informasi tersebut berdasarkan tiga orang tersangka yang sudah ditangkap terkait dengan kasus perusakan barang bukti itu. Ketiga orang yang terlebih dahulu ditangkap adalah, M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofur.

Mereka masuk ke Kantor Komdis PSSI yang telah dipasangi garis polisi untuk mengambil barang bukti berupa rekaman CCTV, laptop, ponsel dan beberapa dokumen.

Padahal, area yang disegel garis polisi tidak boleh diakses karena dalam proses penegakan hukum. Ketiga tersangka yang ditangkap adalah berprofesi sebagai office boy di Kantor PSSI, sopir dan staf Joko Driyono.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini