Joko Driyono Ditahan karena Rusak Barang Bukti Terkait Pengaturan Skor Bola

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 25 Maret 2019 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 25 337 2034769 joko-driyono-ditahan-karena-rusak-barang-bukti-terkait-pengaturan-skor-bola-tf8i0FaVEv.jpg (Foto: M Rizky/Okezone)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola resmi menahan mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri). Ia ditahan karena melakukan pengambilan dan perusakan barang bukti.

"Untuk pasal sudah kita terapkan bahwa dia melakukan pengambilan barang bukti kemudian perusakan barang bukti, perusakan segel," kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, Brigadir Jendral (Brigjen) Pol Hendro Pandowo, di Mabes Polri, Senin (25/3/2019).

Perusakan barang bukti itu, kata Hendro, berkaitan dengan pengaturan skor yang dilaporkan mantan Manager Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.

"Karena ada kelengkapan dokumen yang harus kita cari dari kantor Komdis saat kita butuhkan, itu yang dirusak (JD). Sehingga ada keterkaitannya antara penetapan JD sebagai tersangka penahanan dengan LP Bu Lasmi," ujarnya.

Pemeriksaan Joko Driyono di Polda

Perusakan barang bukti itu juga bagian dari upaya untuk menghambat pengungkapan kasus dugaan pengaturan skor lainnya.

(Baca juga: Joko Driyono Resmi Ditahan Satgas Anti-Mafia Bola)

"Nah itu dia (perusakan barang bukti) untuk mengaburkan sehingga barang bukti yang kita butuhkan tidak ada, sehingga kita tidak bisa gali lebih dalam pengaturan skor lain," tukasnya.

Dalam kasus ini Jokdri dikenakan Pasal 363 dan atau Pasal 235 dan atau Pasal 233 dan atau Pasal 231 Jo Pasal 55 KUHP.

Ia ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Polda Metro Jaya, mulai 25 Maret hingga 13 April. "Ancaman 7 tahun penjara, pencekalan 6 bulan dan belum habis sehingga cukup lakukan penahanan," ujarnya.

Jokdri diduga memerintahkan tiga orang anak buahnya yakni M Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur untuk melakukan perusakan dan pengambilan barang bukti.

Ketiganya masuk ke Kantor Komdis PSSI yang telah dipasangi garis polisi untuk mengambil barang bukti berupa rekaman CCTV, laptop, ponsel, dan beberapa dokumen. Padahal area yang disegel dengan garis polisi tidak boleh diakses karena dalam proses penegakan hukum.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini