nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Dilarang Selfie Bareng Para Calon dan Pose 2 Jari atau V

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 24 Maret 2019 13:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 24 337 2034260 masuki-tahap-kampanye-terbuka-kapolri-instruksikan-jajarannya-netral-di-pemilu-2019-cvBlXQTeSe.jpg Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah mulai memasuki tahapan kampanye terbuka yang dilaksanakan mulai 24 Maret hingga 13 April 2019. Mengenai hal itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian kembali menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menjaga netralitas di pesta demokrasi tersebut.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Telegram bernomor KS/DEN C-04/III/2019/Divpropam yang ditujukan kepada seluruh Kapolda di Indonesia.

"Ada beberapa TR yang sifatnya mengingatkan agar seluruh anggota Polri menjaga netralitas dalam kontestasi Pemilu," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Baca Juga: Masyarakat Bersama Polri hingga KPU Gowes Bareng Kampanye Pemilu Damai di Monas

Polisi

Kapolri, kata Dedi, selalu memberikan arahan kepada seluruh anggotanya untuk terus menjaga netralitas dalam setiap tahapan pemilu. Apalagi, saat ini sudah memasuki kampanye terbuka.

"Serta tahapan-tahapan lainnya bersama seluruh komponen mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk," ucap Dedi.

Dalam surat telegram itu, beberapa poin instruksi Kapolri kepada jajarannya adalah, mempedomani netralitas dalam setiap tahapan Pemilu, dilarang menggunakan, memasang atau menyuruh orang lain untuk memasang atribut Pemilu.

Kemudian, dilarang untuk foto bareng atau Selfie bersama dengan para calon serta tidak diperbolehkan untuk bergaya dua jari atau V lantaran berpotensi untuk dituding berpihak ke salah satu paslon.

Lalu, anggota Polri dilarang untuk mengisi kegiatan seminar sebagai pembicara kampanye, deklarasi dan pertemuan politik. Kecuali, dalam rangka bertugas menjaga keamanan.

Baca Juga: Polri Sebut Video "Jokowi Yes Yes Yes" Inisiatif Masyarakat

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini