Terjerat Kasus Suap, Romi: Ini Urusan Pribadi Saya Bukan PPP!

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 22 Maret 2019 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 22 337 2033477 terjerat-kasus-suap-romi-ini-urusan-pribadi-saya-bukan-ppp-RL2kf3kTEG.jpg Foto: Sindo

JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) menyatakan, kasus suap yang menjeratnya murni urusan pribadi bukan urusan partai.

"Apa yang saya hadapi ini bukan urusan PPP, yang saya hadapi adalah urusan pribadi," kata Romi kepada wartawan sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jumat (23/3/2019).

Selain itu, ia juga tidak mempermasalahkan jika PPP tidak memberikan bantuan hukum kepada dirinya.

"Tentu sudah pada tempatnya, kalau PPP tidak memberi bantuan hukum, karena ini memang bukan dalam kapasitas saya sebagai ketua umum," kata dia.

 S

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader PPP bahwa kasus yang menjeratnya itu tidak ada urusannya dengan partai.

"Saya juga sekali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader PPP apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan PPP," ucap Rommy.

Diketahui sebelumnya, Romy seharusnya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan di Kementrian Agama (Kemenag) pada Kamis, (21/3/2019) kemarin namun saat hendak diperiksa Romy mengeluh sakit. KPK kemudian menjadwal ulang pemeriksaan Romy hari ini.

Adapun dalam kasus ini sendiri KPK telah menetapkan tiga tersangka penerima yaitu anggota DPR periode 2014-2019 M Romahurmuziy. Sedangkan diduga sebagai pemberi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

 SS

Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Diketahui, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Atas perbuatannya, dua tersangka pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara Romy, tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini