Share

Kasus Pembobolan ATM Kerabat Jauh Prabowo Langgar UU Perbankan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 21 Maret 2019 22:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 21 337 2033330 kasus-pembobolan-atm-kerabat-jauh-prabowo-langgar-uu-perbankan-R6fWznggK4.jpg

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana, Prof Romli Atmasasmita mengatakan aksi pembobolan ATM yang dilakukan oleh kerabat jauh Prabowo Subianto, Ramyadjie Priambodo dapat mengganggu dunia perbankan nasional.

Ia menilai, Ramyadjie telah melakukan pelangggaran UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

"Kalau dari kaca mata hukum, kasus skimming ini kan pencurian. Yang jelas, UU Perbankan dilanggar, UU Siber dilanggar. Kan sia memakai alat siber kan, KUHP dilanggar," kata Romli dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/3/2019).

Di samping itu, Romli menyatakan kasus pembobolan ATM itu juga luput dari pengawasan bank. Menurut dia, pihak bank biasanya baru mengetahui setelah kejadian juga dapat dipertanyakan bagaimana sistem pengawasannya. Apalagi, Ramyadjie disebut sudah 50 kali melakukan aksinya itu.

"Bank kalau saya tahu sudah kejadian baru melapor, itu pun lapor sudah lama karena sudah kebanyakan. Jadi dilema bank, sering dilaporkan salah, gak dilaporin salah. Kalau dia ngaku sudah 50 kali, itu banyangin kalau sekali narik Rp 100 juta dikali 50 itu udah berapa," ujarnya.

Ia pun menyarankan agar Bank Indonesia segera mengeluarkan peraturan baru tentang penggunaan kartu ATM. Meskipun, peraturan pengadaan kartu sudah ada tapi bagaimana penggunaan kartu itu belum ada.

"Untuk pengawasanya dan penggunaanya sehingga aman memang ada pasword, ada ini tapi bisa tuh dibobol. Pin-pin itu kan pin kita kok bisa dibobol. Polisi pasti tau lah bagaimana cara mencegah. Kalau ini dibiarin goncang dong per bank, kan duit nasabah diambil dia harus bayar dari mana," jelasnya.

Lebih lanjut, Romli menduga kasus skimming ini dilakukan tidak hanya sendirian tapi berkelompok. Sebab, tidak mungkin orang itu bekerja sendirian pasti ada yang bikin alatnya dan kasih petunjuk.

"Pastikan skimmingnya itu dibobol tempat-tempat sepi lama kan, jadi gak sendirian tapi kelompok, terorganisir lah. Kejahatan terorganisir, bukan perorangan," tandasnya.

Sebelumnya, Ramyadjie Priambodo ditangkap petugas Polda Metro Jaya karena diduga melakukan pembobolan ATM. Kemudian, polisi juga menyita satu unit mesin ATM.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa peralatan skimming, laptop, telepon genggam dan beberapa kartu ATM yang sudah dimodifikasi. Kemudian, polisi juga menemukan uang senilai Rp 300 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, Ramyadjie akan diancam pasal berlapis. Pelaku, kata dia, diduga melanggar tindak pidana pencurian uang dan pencucian uang.

(Baca Juga: Tersangka Skimming Ramyadjie, Lulusan Luar Negeri Berakhir di Balik Jeruji Besi)

"(Hukumannya) di atas lima tahun ya," kata Argo saat dikonfirmasi.

Ramyadjie disangkakan Pasal 362 KUHP pasal 30 Jo pasal 46 UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Selain itu, kerabat jauh Prabowo itu juga dapat dijerat dengan Pasal 81 UU No 3 Tahun 2011 tentang transfer dana dan atau Pasal 3, 4, 5 UU No 8 tahun 2010 tentang TPPU, yang terjadi pada Desember 2018 sampai dengan Januari 2019.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini