nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Berharap Lucas Divonis Maksimal Terkait Pelarian Eddy Sindoro

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 11:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 20 337 2032512 kpk-berharap-lucas-divonis-maksimal-terkait-pelarian-eddy-sindoro-hx20yIP132.jpg Advokat Lucas.

JAKARTA - Advokat Lucas akan segera divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terkait kasus dugaan menghalang-halangi atau merintangi proses penyidikan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eddy Sindoro, hari ini.

Dalam hal ini, KPK berharap Lucas dihukum maksimal sesuai dengan perbuatannya yang diyakini membantu melarikan buronan Eddy Sindoro ke luar negeri. KPK menyerahkan sepenuhnya vonis ke Majelis Hakim.

"Menjelang pembacaan putusan untuk terdakwa Lucas hari ini, KPK menyerahkan sepenuhnya pada majelis hakim pengadilan Tipikor. Harapannya tentu seluruh dakwaan dan bukti-buti KPK diterima dan terdakwa dijatuhi vonis maksimal sesuai perbuatannya," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2019).

Sidang Lucas.

Pada prinsipnya, lata Febri, KPK berpandangan telah mengajukan bukti-bukti yang solid di pengadilan untuk perkara tersebut. Mulai dari saksi-saksi yang mengetahui langsung rangkaian peristiwa upaya dugaan menghalang-halangi penyidikan, hingga bukti elektronik komunikasi yang didukung oleh ahli.

(Baca Juga: KPK Tak Ajukan Banding Terhadap Putusan Tipikor untuk Eddy Sindoro)

"Dan kalau ada bantahan, silakan saja, peradilan yang berimbang memang memberikan ruang untuk proses jawab menjawab tersebut," sambungnyaā€ˇ.

Dalam perkara ini, Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum KPK terhadap Eddy Sindoro.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini