nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BMKG Imbau Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Indonesia

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 13:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 19 337 2032067 bmkg-imbau-gelombang-tinggi-hingga-4-meter-di-perairan-indonesia-uVtE3CT9xJ.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, agar mewaspadai gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, dalam kurun waktu empat hari mulai dari 18 Maret hingga 21 Maret 2019.

Kabag Humas, Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Taufan Maulana mengatakan, penyebab potensi gelombang tinggi ditengarai karena adanya Siklon Tropis Savannah (958 hPa) di Samudra Hindia barat daya Lampung. Selain itu juga dipengaruhi pola tekanan rendah 1006 hPa di Laut Timor selatan NTT dan Samudra Pasifik utara Papua, serta pola konvergensi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Kep. Selayar - Kep. Sabalana, Perairan selatan Flores dan Laut Sawu.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Kep Sangihe - Kep Talaud, Laut Maluku, Laut Banda, dan Perairan Kep Tanimbar - Kep. Aru," kata Taufan dalam keterangannya, Selasa (19/3/2019).

Beberapa daerah yang berpeluang terdampak gelombang tinggi dengan kategori sedang (1,25 - 2,5 meter) di antaranya adalah Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kep. Nias, Perairan Enggano – Bengkulu, Samudera Hindia barat Aceh, Perairan Selatan P. Sawu – P. Rote, Laut Sawu dan Laut Timor.

 s

Kemudian, Perairan Selatan Flores, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas – Kep. Natuna, Perairan Selatan Kalimantan, Laut Jawa, Perairan Utara Jawa Timur -utara, Perairan Barat Sulawesi Selata, Perairan Kep Sabalana- Kep. Selayar, Laut Sulawesi bagian tengah dan timur. Wilayah lainnya yang terdampak, Perairan Timur Bitung – Kep. Sitaro, Perairan Selatan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara, Perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, Samudera Pasifik utara Papua Barat hingga Papua, Perairan Kep Babar - Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Kep Kei – Kep. Aru, dan terakhir Laut Arafuru bagian timur.

Sementara itu, beberapa wilayah Indonesia lainnya juga perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya potensi gelombang yang lebih tinggi yaitu kisaran 2,5 - 4 meter. Wilayah tersebut di antaranya Perairan Barat Kep. Mentawai, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia barat Kep. Nias hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga P. Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Perairan Utara Kep Sangihe - Kep Talaud, serta Samudera Pasifik utara Halmahera.

 s

Kata Taufan, para nelayan dan masyarakat pada umumnya yang beraktivitas di pesisir wilayah yang berpotensi gelombang tinggi, diimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

"Beberapa moda transportasi yang perlu diperhatikan yaitu perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar," tuturnya.

Masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat juga diimbau agar tetap waspada. Jika terjadi gelombang tinggi, berlarilah menjauh menuju tempat yang lebih tinggi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini