Fahri Hamzah Disebut Jadi Saksi Meringankan Ratna Sarumpaet

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 19 Maret 2019 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 19 337 2031983 fahri-hamzah-disebut-jadi-saksi-meringankan-ratna-sarumpaet-lfedcWctlw.jpg Ratna Sarumpaet dalam Sidang Kasus Penyebaran Berita Bohong atau Hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah disebut menjadi salah satu saksi meringankan untuk terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet. Fahri akan menjadi saksi fakta dalam perkara tersebut.

"Kalau yang saya denger sih Fahri Hamzah ya saksi fakta," kata Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).

Aksi Ratna Sarumpaet Acungkan Salam Dua Jari di Sidang Perdana

(Baca Juga: Sempat Ditolak, Ratna Sarumpaet Kembali Akan Ajukan Penangguhan Penahanan) 

Menurut Ratna, dalam hal ini, Fahri Hamzah sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi saksi. Ratna Sarumpaet dan Fahri Hamzah memang diketahui kerap dekat dalam hubungan politik.

"Beliau yang menawarkan," singkat mantan tim sukses Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno itu.

Selain Fahri Hamzah, Ratna menyebut, pihaknya akan menghadirkan saksi meringankan lainnya. Tak hanya itu, bersama dengan kuasa hukumnya, Ratna juga akan menghadirkan ahli untuk pembuktian materi pokok pidana.

"Saya belum tahu. Mestinya nanya ke pengacara saya lebih tahu yang ahli," tutur Ratna.

Kasus hoax Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

(Baca Juga: Eksepsinya Ditolak, Ratna Sarumpaet Pasrah) 

Namun, tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam habis menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

Dalam perkara ini, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini