nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masyarakat Diminta Pahami 6 Jenis Literasi

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 14 337 2029875 masyarakat-diminta-pahami-6-jenis-literasi-w5WTVQX9HE.jpg Rakornas Perpustakaan 2019 (Foto: Dok)

JAKARTA - Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud Ananto Kusuma Seta meminta masyarakat memahami dan mengaplikasikan Gerakan enam jenis literasi dalam kehidupan.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2019 di Birawa Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/03/2019).

“Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi pelajar tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan,” kata Ananto.

 Baca juga: Punya Ide Atasi Masalah Pendidikan hingga Kemiskinan? Ikuti Kompetisi Ini

Berikut penjelasan 6 literasi tersebut:

1.Literasi baca tulis

Salah satu di antara enam literasi dasar yang perlu dikuasai adalah literasi baca-tulis. Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Peningkatan budaya baca dan kegemaran menulis harus diterapkan sejak dini.

“Kita harapkan nanti setiap kampus, mahasiswa/dosennya wajib menulis jurnal untuk mengembangkan literasi ini. Selain itu, fokus kita ke depan juga adalah literasi untuk kaum ibu-ibu,” kata Ananto.

2. Literasi numerasi

 

Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari, menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk serta menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

 Baca juga: Pakistan Lakukan Benchmarking Pendidikan di Pondok Pesantren Salafiyah

https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/03/14/no3f0hsrfvhw8t18fugu_21804.jpg

3.Literasi Sains

Hal ini dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta.

4. Literasi finansial

Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

5. Literasi digital

Menurut Ananto, memasuki era industri 4.0 perpustakaan memiliki tantangan yang berbeda dengan era sebelumnya. Era Industri 4.0 dihadapkan pada Networking dan Knowledge Sharing yang kuat.

 Baca juga: Singapura-Indonesia Perluas Kerjasama untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Jakarta

“Ciri dari era ini adalah Connecting. Karenanya tantangan kita saat ini adalah Networking dan Knowledge Sharing, perpustakaan kedepan harus terkoneksi satu sama lain. Abad nanti data adalah barang publik, semua orang harus bias mengakses itu dimana saja dan kapan saja,” kata Ananto.

6. Literasi budaya dan kewargaan

Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi kewargaan adalah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini