nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istri Teroris Sibolga Ledakan Diri Jadi Bukti Rekrutmen Perempuan Makin Masif

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 07:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 14 337 2029715 istri-teroris-sibolga-ledakan-diri-jadi-bukti-rekrutmen-perempuan-makin-masif-rGcPlRqqZz.jpg Ilustrasi Terorisme (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menduga adanya proses yang masif dalam rekrutmen perempuan di dalam jaringan kelompok terorisme.

Pernyataan tersebut terkait dengan Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah (AH) di Sibolga, Sumatera Utara nekat meledakkan diri saat polisi mencoba menangkapnya.

"Maka kita boleh khawatir bahwa upaya rekrutmen jaringan dan indoktrinasi pada perempuan, istri, iibu makin kuat. Dan ini masuk akal," kata Khairul kepada Okezone, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Khairul menjelaskan, kekhawatiran itu muncul dari analisa soal peledakan diri istri terduga teroris itu. Menurutnya, sang istri dapat diperkirakan bukan hanya sekadar terlibat.

Baca Juga; Meledakkan Diri, Istri Terduga Teroris di Sibolga Disebut Lebih Kuat Terpapar ISIS

Teroris

Bahkan, kata Khairul, bisa jadi justru peran sang istri jauh lebih kuat atau setidaknya lebih ekstrim daripada suaminya.

"Ini perlu didalami, mengingat suaminya membantah bahwa istrinya termasuk dlm anggota jaringan yang sedang diburu," tutur Khairul.

Selain itu, Khairul menuturkan, hal itu juga bisa dianalisa dari adanya peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. Ketika itu, "pengantin" bom dilakukan oleh seorang perempuan dan bahkan satu keluarga.

"Kalau kita tengok apa yang terjadi di Surabaya tahun lalu, kekhawatiran itu tidak berlebihan," ungkap Khairul.

Pelibatan keluarga, dijelaskan Khairul, memang bisa dikatakan sangat ideal. Dalam hal ini, perempuan, yang merupakan sosok ibu, mampu menjadi figur sentral.

"Bukan sekadar faktor penguat atau pendorong si ayah atau suami untuk melakukan aksi kekerasan ekstrim semacam itu," ucap Khairul.

Baca Juga: Terduga Teroris Sibolga Sudah Rakit Bom untuk Menyerang Polisi

Oleh sebab itu, Khairul menekankan, pentingnya polisi menggali keterangan dari perempuan yang terlibat dalam aksi terorisme untuk mengetahui sejauh ini, rekrutmen wanita dalam kelompok tersebut.

"Karena itu sangat penting menggali keterangan dari para terduga yang telah ditangkap, sejauh mana peran ibu-ibu ini," kata Khairul.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini