Lemkapi Nilai Isu Buzzer Akun Opposite6890 Upaya Menyeret Polri ke Ranah Politik

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 14 Maret 2019 06:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 14 337 2029712 lemkapi-nilai-isu-buzzer-akun-opposite6890-upaya-menyeret-polri-ke-ranah-politik-Z113yCd2Gl.jpg Pasukan Polisi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menilai bahwa informasi akun media sosial Opposite6890 yang menyatakan telah mengungkap dugaan keterlibatan Polri dalam mengerahkan buzzer untuk memenangkan salah satu kandidat di Pilpres 2019, merupakan upaya untuk menyeret Polri ke ranah politik.

"Menduga ada pihak lain yang berusaha menyeret polisi ke ranah politik dengan menuduh polisi memiliki pasukan buzzer untuk dukung Jokowi," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan kepada Okezone, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Menurut mantan anggota Kompolnas ini, pernyataan yang menyebut pernyataan akun twitter Opposite diragukan kebenarannya. Pasalnya, hal itu tidak didukung oleh sejumlah fakta.

"Ini tudingan yang mengada-ada jangan diseret polisi ke ranah politik. ini bisa menggangu kinerja polri," ujar Edi.

Baca Juga: Kompolnas Tegaskan Isu yang Dihembuskan Akun Opposite6890 Berpotensi Fitnah

Polri

Edi meyakini, tidak ada kelompok berbaju coklat yang memproduksi hoax. Apalagi mendukung satu capres tertentu di pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Kami berpandangan tuduhan ini menyesatkan. Polri sudah memiliki tugas berat dan untuk apa polisi melakukannya," tutur Edi.

Oleh sebab itu, Edi meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan upaya provokasi dan menyebarkan fitnah untuk kepentingan politik saat ini.

Mengenai hal ini, polisi sebelumnya, menyatakan akan memproses hukum akun Opposite6890 karena dinilai telah melakukan propaganda dan menyebarkan isu tidak benar terkait Polri. Polri menegaskan bahwa lembaganya bersikap netral pada Pemilu 2019.

Melalui akun Twitter @opposite6890, dimuat berbagai informasi terkait dugaan keterlibatan Polri dalam mengerahkan pasukan buzzer di Pilpres 2019. Menurutnya, polisi membentuk tim buzzer 100 orang per Polres di seluruh Indonesia yang terorganisasi hingga Mabes Polri.

Baca Juga: Sebar Hoax, Polri Minta Media Tak Jadikan Akun Opposite6890 sebagai Sumber Berita

(edi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini