nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bacakan Pleidoi, Pengacara Lucas Merasa Pantas Bebas

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 21:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 13 337 2029644 bacakan-pleidoi-pengacara-lucas-merasa-pantas-bebas-shCfKEfMip.jpg Pengacara Lucas Usai Membaca Pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta (foto: Arie DS/Okezone)

JAKARTA - Pleidoi telah dibacakan terdakwa advokat Lucas terkait dugaan membantu pelarian terdakwa kasus suap pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Eddy Sindoro. Kini sisa menunggu putusan hakim.

Lucas percaya kasus perintangan yang didakwakan kepadanya tidak benar adanya. Dia pun merasa pantas bebas saat membacakan pleidoi di hadapan hakim. 

(Baca Juga: KPK Bantah Lucas soal Tuntutan 12 Tahun Penjara Beraroma Dendam) 

Selama proses persidangan tak ada bukti yang mampu menjeratnya. Begitupun dengan ucapan para saksi yang dengan tegas tak menyebut keterlibatan Lucas.

"Putusan yang adil harus berdasarkan fakta-fakta kebenaran yang terungkap di persidangan. Dan, fakta yang terungkap dalam persidangan dan bukti yang diajukan sudah sangat jelas bahwa yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) KPK tidak benar dan tak terbukti," ujar Lucas dalam pleidoi-nya di hadapan hakim pada sidang lanjutan perintangan penyidikan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta, Rabu, (13/3/2019). 

 

Alat bukti berupa rekaman yang diduga memuat percakapan Lucas hingga pada pembacaan pleidoi, JPU KPK belum mampu menunjukkan aspek legalitasnya. Dan itu membuat keabsahannya dipertanyakan.

"Tiga saksi yang dihadirkan, Stephen Sinarto, Michael Sindoro, dan Eddy Sindoro juga menyangkal saya terlibat," ucapnya. 

Lucas juga meminta hakim dan KPK menjerat Dina Soraya dan Jimmy. Keduanya dinilai menjadi aktor utama yang semestinya layak menjadi tersangka. "Namun sampai persidangan Dina belum ditetapkan tersangka," kata Lucas. 

Lucas menilai Dina seperti diperlakukan istimewa oleh KPK. Lucas pun menegaskan perkataannya itu di hadapan hakim. Terlebih memang keganjalan sudah terlebih dahulu terlihat kala Dina mengubah berita acara pemeriksaan (BAP) yang sebelumnya mengatakan Jimmy namun berubah dan mengarah ke Lucas.

"Dan alasan Dina itu pantas dipertanyakan. Dan, semestinya Dina juga dilibatkan dipersidangan ini dan meminta penegasan alasan BAP diubah," terangnya. 

Lucas berharap hakim mampu menunjukkan integritas dan wibawanya. JPU KPK dinilainya telah salah melangkah dari awal. Ini karena Lucas meyakini ada dendam dan kebencian di balik tuntutan JPU KPK. Dendam yang membuat kebenaran itu tersamarkan.

"Bahkan sejak tahap penyidikan, Jaksa KPK menunjukkan sikap tidak fair dan semena-mena serta melanggar aturan," kata Lucas. 

(Baca Juga: KPK Tak Ajukan Banding Terhadap Putusan Tipikor untuk Eddy Sindoro) 

Dia mengungkapkan, Dina Soraya dan Jimmy adalah aktor utama yang seharusnya layak menjadi tersangka dan terdakwa. "Kenapa? Karena itu sudah terungkap Dina dan Jimmy yang menjadi aktor utama untuk kedatangan dan keluarnya Eddy Sindoro lagi ke Bangkok," kata Lucas. 

Lucas menegaskan, dirinya tidak pernah bertemu dengan Dina. Bahkan Dina dan Jimmy terekam jelas di kamera CCTV bandara Soekarno-Hatta. "Untuk Jimmy adalah fakta bahwa Jimmy tidak pernah dihadirkan sebagai saksi. Bagaimana jika Jimmy suatu waktu muncul dan mengakui bahwa akun FaceTime kaisar555176@gmail.com adalah miliknya," ucap Lucas.

Dalam perkara ini, Advokat Lucas didakwa bersama-sama dengan Dina Soraya telah merintangi penyidikan mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. Lucas diduga menyarankan Eddy Sindoro selaku tersangka untuk tidak kembali ke Indonesia.

Jaksa KPK juga mendakwa Lucas membantu mengupayakan agar Eddy Sindoro masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi. Hal itu dilakukan Lucas untuk menghindari tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Sindoro.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini