nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

700 Hari Pasca-Disiram Air Keras, Apa Kabar Novel Baswedan?

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 19:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 12 337 2029067 700-hari-pasca-disiram-air-keras-apa-kabar-novel-baswedan-YkPWwxrVq0.jpg Konferensi pers di Gedung KPK (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Kasus teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan sudah memasuki hari ke 700 atau akan memasuki dua tahun. Namun, kasus tersebut masih gelap dan belum terungkap siapa dalang serta pelakunya.

Novel mengalami kerusakan mata yang cukup parah usai disiram air keras. Dia sempat dirawat dan matanya dioperasi oleh tim dokter Singapura. Saat ini, Novel sudah kembali bekerja di bagian penyidikan lembaga antirasuah.

Kuasa hukum Novel Baswedan, Arif Maulana mendapat kabar dari rekannya tersebut bahwa kondisi matanya sudah semakin membaik. Namun sebelumnya, kata Arif, kondisi mata Novel sempat memburuk.

"Baru saja beliau (Novel) mengabarkan bahwa kondisi mata kiri beliau itu semakin membaik dan untuk mata kanan beliau yang kemarin sempat kurang baik hari ini dinyatakan sudah cukup stabil dan yang sebelumnya sempat turun matanya sekarang sudah mulai stabil dan kembali ke posisinya," kata Arif di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2019).

(Baca Juga: Novel Baswedan Khawatir Serangan ke "Pendekar Antikorupsi" Kian Liar

Bertepatan dengan 700 hari penyerangan terhadap Novel Baswedan, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menggelar aksi diam di depan Gedung KPK. Koalisi tersebut kembali mengingatkan terhadap pemerintah dan publik bahwa kasus penyerangan Novel Baswesan belum rampung.

"Pertama, karena Novel menjalankan tugas sebagai penyidik KPK dianggap sedang memperjuangkan pemenuhan hak-hak ekonomi sosial dan budaya," kata perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi, Saleh Al Ghifari.

Novel Baswedan 

Kedua, sambung Al Ghifari, pengungkapan kasus Novel terbukti tidak mendapatkan penyelesaian hukum yang adil dan benar sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1 Angka 6 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia. Novel Baswedan, dalam hal ini kembali menjadi korban karena penundaan berlarut (undue delay) pengungkapan kasus yang sangat lama dari kepolisian.

Menurut Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi, penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bukanlah teror yang pertama kali dialaminya. Terhitung sudah 5 kali ia mengalami teror sebelumnya. Mulai dari ditabrak hingga ancaman bom.

Selain itu, terhadap pengawai KPK lainnya sudah terjadi pula 8 kali teror yang cukup serius. Mulai dari diculik hingga ancaman pembunuhan. Selain itu, berdasarkan data yang dirih's Transpararency International Indonesia pada 2017 terdapat 100 kasus ancaman teror bagi pelapor, saksi dan korban dalam kasus korupsi dari tahun 2004.

(Baca Juga: KPK Terima Hasil Laporan Pemantauan Kasus Novel Baswedan

Sekadar informasi, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, kedua mata Novel mengalami kerusakan parah bahkan hampir buta. Novel pun harus menjalani operasi di Singapura.

Namun, hingga Novel kembali bekerja, pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum mampu menangkap pelaku ataupun otak di balik penyerangan. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini