nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TKN Jokowi-Ma'ruf: Pembebasan Siti Aisyah Bukan Pencitraan!

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 18:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 12 337 2029011 tkn-jokowi-ma-ruf-pembebasan-siti-aisyah-bukan-pencitraan-4df2Q8QKUs.jpg Ekspresi Siti Aisyah usai terbebas dari kasus pembunuhan Kim Jong-nam (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menegaskan bahwa pembebasan Siti Aisyah yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia bukan bentuk pencitraan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Dia menjelaskan bahwa pembebasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia itu bukanlah pertama kalinya dilakukan. Menurutnya, sudah lebih 400 TKI lainnya yang berhasil selamat dari hukuman dalam kurun 4 tahun terakhir.

“Selama 4 tahun ini sudah 400 sekian yang lolos. Terus ini bukan pencitraan bos, kalau satu pencitraan, kalau 400 bukan pencitraan. Itu namanya kerjaan,” ungkap Arya saat ditemui wartawan di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

“Ini usaha terus pokoknya kita berusaha terus, negara, pemerintah, berusaha terus supaya jangan ada warga kita yang dihukum mati, jangan sampai,” katanya lagi.

Presiden Jokowi dan Siti Aisyah

Senada dengan Arya, anggota TKN lainnya, Abdul Kadir Karding menyatakan bahwa kebebasan Siti Aisyah akan memberikan angin segar terhadap perlindungan TKI di luar negeri. Sebab kata dia, pemerintah telah menunjukkan komitmennya untuk melakukan itu.

“Kebebasan Siti Aisyah dari tuduhan membunuh Kim Jong-nam adalah angin segar bagi perlindungan para pekerja migran Indonesia di luar negeri. Hal ini menunjukkan komitmen yang serius dari pemerintah melindungi dan menjaga warga negaranya di dalam maupun di luar negeri,” ucap Karding terpisah.

“Pembebasan Siti Aisyah menunjukkan bahwa negara di bawah pemerintahan Jokowi akan selalu hadir guna menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat di mana pun berada, termasuk para buruh migran,” tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini