Kronologi Penangkapan Tersangka Teroris yang Rencanakan Bom Markas Polisi Jakarta dan Lampung

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 10 Maret 2019 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 10 337 2028055 kronologi-penangkapan-tersangka-teroris-yang-rencanakan-bom-markas-polisi-jakarta-dan-lampung-GUeyizk9z3.jfif Brigjen Dedi Prasetyo (Feri/Okezone)

JAKARTA – Seorang tersangka kasus terorisme, Rinto alias Putra Syuhada (22) ditangkap di rumahnya di Jalan Sam Ratulangi, Gang Suhada, RT 02 Lk 02, Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Densus 88 Antiteror bersama kepolisian setempat mengamankan Rinto setelah mendapat informasi dari orangtua tersangka.

“(Keterlibatannya) masih pendalaman oleh tim,” kata Dedi kepada Okezone, Minggu (10/3/2019).

Rinto diciduk pada Sabtu 9 Maret 2019 sore.

Mulanya sang orangtua berinisiatif menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Kedaton dan personel Densus 88, mengabarkan anaknya yang menghilang sekian lama, telah kembali ke rumah.

Menurut Dedi, ayah Rinto melaporkan anaknya yang terlanjur berpaham radikal agar diamankan sebelum melakukan tindakan ke teror yang dapat menyebabkan dirinya meninggal dunia.

Polisi di bawah pimpinan Kapolsek Kedaton, AKP Mutholib bersama personel Densus 88 kemudian mendatangi rumah Rinto sekira pukul 17.00 WIB kemarin, langsung mengamankan tersangka.

Rinto yang diduga dari jaringan kelompok media sosial Abu Hamzah ditangkap terkait rencana aksi balas dendam atau amaliyah serangan bom ke markas kepolisian di Lampung dan Jakarta.

“Dari interogasi awal bahwa barang yang diduga bom dengan campuran potasium klorat, switching on off disimpan di atas loteng sebelah rumah nya,” ujar Dedi.

Barang bukti itu diamankan oleh petugas Unit Penjinak Bom.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini