nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI-Polri Diminta Lakukan Operasi Khusus Berantas KKB di Papua

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 10 Maret 2019 06:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 10 337 2027955 tni-polri-diminta-lakukan-operasi-khusus-berantas-kkb-di-papua-v4jjcob4gP.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua kembali menelan korban tiga prajurit TNI. Komisi I DPR meminta TNI dan Polri melakukan operasi khusus untuk menumpas mereka.

"Pendekatan Keamanan melalui operasi khusus perlu dilakukan untuk memberantas tuntas KKB Nduga," ucap Anggota Komisi I DPR Andreas Hugo Pareira kepada Okezone, Minggu (10/3/2019).

Andreas mengatakan, intensitas gangguan keamanan semakin meningkat pasca kelompok seperatis bersenjata di Bumi Cendrawasih kembali menyerang tentara. Untuk itu TNI dan Polri diminta melakukan operasi khusus untuk menumpas KKB tersebut.

"Baik TNI maupun Polri tidak bisa meremehkan aksi bersenjata yang dilakukan KKB Nduga Papua," jelas Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

 (Baca juga: Kembali Berulah, Kelompok Bersenjata di Papua Bakar Alat Berat Milik Istaka Karya).

s

Sekadar informasi, jenazah tiga anggota TNI yang menjadi korban saat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, pada Jumat pagi dipulangkan dari Timika ke Denpasar, Jakarta, dan Makassar.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf Muhamad Aidi di Jayapura mengatakan pemulangan sudah dilakukan dengan menggunakan dua pesawat.

Pesawat Garuda Indonesia membawa dua jenazah yaitu Serda Mirwariyadin asal NTB diturunkan di Denpasar dan selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Barat.

 (Baca juga: TNI: Separatis Papua Cuma Cari Perhatian Internasional, Harus Diatasi dengan Penegakan Hukum)

s

Sedangkan jenazah Siswanto Bayu Aji dengan menggunakan pesawat yang sama dievakuasi ke Jakarta dan selanjutnya ke Grobokan, Jawa Tengah. Kemudian jenazah Serda Yusdin akan diterbangkan dengan pesawat Sriwijaya ke Makassar dan menuju Palopo.

Ketiga anggota TNI yang tergabung dalam Satgas Nanggala itu gugur dalam kontak senjata dengan KKB di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, pada Kamis 7 Maret 2019.

Aidi mengatakan, kontak senjata dengan anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya itu juga menyebabkan 10 anggota KKB tewas serta lima pucuk senjata api yang mereka gunakan berhasil diamankan anggota TNI.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini