nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPW: Polri Harus Waspadai Manuver Kelompok Radikal di Pilpres 2019

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 08:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 337 2027253 ipw-polri-harus-waspadai-manuver-kelompok-radikal-di-pilpres-2019-DINCA5MEGj.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA – Jajaran kepolisian dan masyarakat perlu mewaspadai manuver kelompok radikal dan eks teroris. Sebab bukan mustahil, kelompok ini membuat kekacauan jelang maupun pasca-Pilpres 2019, mengingat di sepanjang proses pemilu mereka merasa mendapat angin untuk bangkit dan tumbuh subur.

Hal itu seperti dinyatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. Neta mengatakan, pihaknya menilai dalam menyikapi tumbuh suburnya kelompok radikal dan eks teroris ini, Polri seakan gamang dan khawatir dibully tidak netral, mengingat kelompok kelompok itu berkamuflase di balik eforia partai politik.

“IPW mendata, ada sejumlah daerah yang kelompok radikal dan eks terorisnya tumbuh subur dan bangkit. Yakni Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah, dan Papua,” kata Neta, dalam keterangan yang diterima Okezone, Jumat (8/3/2019).

Ia menjelaskan, konsentrasi jajaran kepolisian untuk mengamankan proses pileg dan pilpres sepertinya membuat kelompok radikal dan eks teroris mendapat celah untuk tumbuh. Apalagi, lanjut dia, kelompok ini bermain di antara euforia dan dinamika politik yang kian panas serta adanya partai politik (parpol) yang haus dukungan untuk mengamankan elektabilitas, sehingga mengakomodasikan kelompok tersebut untuk kemudian berharap partainya bisa lolos ke DPR atau jagonya bisa memenangkan "pertandingan politik" 2019.

ilustrasi

Pihaknya berharap jajaran kepolisian merapatkan barisan dan melakukan deteksi dini serta antisipasi pada kelompok radikal dan eks teroris yang mendapat celah ini agar mereka tidak mengkoptasi euforia maupun dinamika tahun politik 2019 untuk membuat kekacauan.

“Kasus rentetan pembakaran mobil di Jawa Tengah dan penembakan yang terus terjadi di Papua adalah gambaran bahwa kelompok kelompok radikal mendapat peluang untuk beraksi. Untuk itu Polri perlu makin memaksimalkan Polsek dan polresnya dalam melakukan pagar betis,” ujar Neta.

Ia mengatakan, TNI dan Polri harus menjadi garda terdepan untuk mengamankan bahwa NKRI adalah harga mati dan Pancasila berserta Bhineka Tunggal Ika adalah pondasi bangsa yang tidak bisa diganggu gugat.

(Baca Juga : Mahfud MD: 3 Emak-Emak Kampanye Hitam ke Jokowi Langgar UU ITE)

“IPW berharap parpol tidak berpola pikir pragmatis di tahun politik 2019 hingga mau memberikan peluang yang besar bagi kelompok radikal yang hendak mengikis Bhineka Tunggal Ika, hanya demi harapan dukungan untuk elektabilitas,” katanya.

Hal itu mengingat, Neta menambahkan, konsensi yang diberikan parpol itu akan menimbulkan benturan di masyarakat. Jika benturan terjadi, kelompok radikal dan eks teroris akan semakin mendapat celah untuk beraksi.

“Bagaimanapun Pileg dan Pilpres 2019 bukanlah tujuan akhir bangsa ini. Negeri yang aman dan saling menghargai dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika adalah harapan bangsa ini sejak awal kemerdekaan. Untuk itu, TNI dan Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Pilpres 2019,” tuturnya.

(Baca Juga : Soal 3 Emak-Emak Kampanye Hitam ke Jokowi, Polisi Belum Temukan Tersangka Baru)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini