nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Jelaskan Penangkapan Dosen UNJ Robertus Robet

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 07 Maret 2019 16:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 07 337 2027065 polisi-jelaskan-penangkapan-dosen-unj-robertus-robert-GrcCFUQhgb.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Okezone)

JAKARTA - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan penangkapan Dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penghinaan terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dedi mengatakan, penangkapan terhadap Robertus dilakukan berdasarkan laporan polisi model A yakni suatu peristiwa pidana yang ditemukan sendiri oleh petugas polisi tentang terjadinya suatu peristiwa pidana.

"Karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, tugas kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kemudian melakukan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum," kata Dedi di Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (7/3/2019).

 sd

Menurut Dedi, orasi yang dilakukan Peneliti Indonesian Legal Rountable (ILR) di depan Istana Kepresidenan itu memiliki indikasi yang mengganggu ketertiban umum.

"Karenanya polisi secara proaktif membuat laporan polsi model A untuk dapat melakukan langkah-langkah pengakan hukum dan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, baik yang ada di medsos dan yang ada dunia nyata," ungkapnya.

Kendati demikian, lanjut Dedi, polisi sebelumnya telah melakukan gelar perkara dan mengklaim telah memeriksa sejumlah saksi ahli sebelum menangkap Robertus.

"Jadi saksi ahli baik pidana, kemudian saksi ahli bahasa, kemudian membuat konstruksi hukumnya dulu untuk pasal 207 KUHP. Setelah itu dinyatakan cukup, dari hasil gelar perkara tersebut, maka dari penyidik Direktorat Siber tadi malam mengambil langkah penegakan hukum, berupa mendatangi kediaman saudara R dan membawa saudara R ke kantor untuk dimintai keterangan," ungkapnya.

 ssd

Adapun terkait alat bukti lanjutnya, pemeriksaan terhadap saksi ahli tersebut merupakan bagian dari alat bukti. Selain itu alat bukti lainnya yakni pengakuan dari Robertus.

"(Robertus) sudah mengakui betul tadi seperti apa yang disampaikan secara verbal, secara narasi yang disampaikan pada saat demo hari kamis kemarin, kamisan, itu adalah dia yang menyampaikan. Pemilihan diksi, pemilihan narasi, dia yang menyampaikan. Dia mengakui semuanya. Jadi konstruksi hukum perbuatan melawan hukum untuk Pasal 207 nya terpenuhi di situ," tukasnya.

Diketahui sebelumnya saat ini Robertus telah dipulangkan usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Siber, Bareskrim Polri. Ia dipulangkan merujuk Pasal 2017 KUHP dengan hukuman 1 tahun 6 bulan sehingga tidak dilakukan penahanan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini