nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen PDIP: Perayaan Nyepi Bagian dari Bhinneka Tunggal Ika

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 07 Maret 2019 16:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 07 337 2027051 sekjen-pdip-perayaan-nyepi-bagian-dari-bhinneka-tunggal-ika-dOvXmFLtPD.jpg Foto: Okezone

ACEH - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperbarui alam raya dan seisinya, serta menghormati amerta air kehidupan, dalam merayakan Hari Raya Nyepi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menjelaskan, Perayaan Hari Raya Nyepi 2019 dimaknai untuk memperkuat prinsip Ketuhanan Yang Berkebudayaan sesuai dengan arah kepemimpinan Jokowi.

"Nyepi mengandung pengertian harafiah sunyi, senyap, suatu proses spiritual menghentikan seluruh aktivitas kehidupan melalui Catur Brata, amati geni (tidak menyalak api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan)," ujar Hasto, Kamis (7/3/2019).

 SD

Bagi PDIP, sambung Hasto, perayaan Nyepi adalah gambaran proses menyucikan seluruh kehidupan alam raya. Maka dari itu, Nyepi penuh dengan penghormatan amerta air kehidupan.

Ia juga menjelaskan, Perayaan Nyepi saat ini begitu relevan dengan situasi dan dinamika perpolitikan di Indonesia. Narasi-narasi berupa kabar bohong atau fitnah, masih sering digunakan oleh pihak tertentu untuk menyerang Pemerintahan Jokowi.

"Peretasan yang mempopulerkan Paslon Prabowo - Sandi tersebut sangat tidak manusiawi, karena menganggu proses pelayanan kesehatan rakyat yang sedang sakit, dan menganggu rangkaian Nyepi yang seharusnya diisi dengan hal-hal penuh kebaikan," ungkap Hasto.

Dengan memperingati Nyepi, bangsa Indonesia diharapkan terus memperkuat kehidupan spiritualnya untuk melahirkan kebahagiaan sejati, serta kebahagiaan lahir batin.

 SD

PDI Perjuangan sendiri juga meminta kepada semua komponen bangsa untuk menghormati Perayaan Nyepi. Sebab, Nyepi adalah cerminan masyarakat Indonesia yang sangat menghargai perbedaan dan kebebasan untuk memeluk dan melaksanan ibadah sesuai agama yang dianut.

"Nyepi adalah gambaran nyata pembumian sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang dijalankan dengan cara yang berkebudayaan, penuh toleransi, dan tiadanya egoisme dalam kehidupan beragama," tutup Hasto.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini