nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dinilai Tebang Pilih, IPW: Polri Tak Profesional Tangani Kasus Andi Arief

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 07 Maret 2019 06:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 07 337 2026884 dinilai-tebang-pilih-ipw-polri-tak-profesional-tangani-kasus-andi-arief-Ik0D76p6zj.JPG Ketua Presidium IPW, Neta S Pane (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Indonesian Police Watch (IPW) menganggap pihak kepolisian tidak profesional dalam menangani kasus narkoba yang menyeret nama Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. IPW menyayangkan serangkaian perlakuan khusus polisi terhadap Andi Arief.

"IPW sangat menyayangkan sikap Polri yang tidak profesional dalam menangani kasus AA (Andi Arief)," ‎kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane kepada Okezone di Jakarta, Kamis (7/3/2019).

Neta menilai ada yang berbeda dari prosedur Polri saat mengamankan Andi Arief. ‎Sebab, sambungnya, pihak kepolisian biasanya kerap melakukan penggeledahan di rumah terduga pelaku narkoba ketika pelaku diamankan di luar.

Namun, Andi Arief yang ditangkap oleh pihak kepolisian di sebuah hotel di Jakarta Barat, justru tidak dilakukan penggeledahan di kediamannya. Penangkapan Andi Arief, kata Neta, berbeda halnya ketika polisi mengamankan artis Raffi Ahmad dulu.

"Seperti saat menangkap artis Raffi Ahmad, rumah yang bersangkutan kan digeledah. Tapi dalam kasus AA, tidak ada penggeledahan justru AA diperbolehkan pulang," ujarnya.

Menurut dia, kasus Andi Arief bisa menjadi preseden dan yurisprudensi bagi para terduga pengguna narkoba lainnya. Di mana, para pengguna narkoba ‎bisa meminta kepada pihak kepolisian seperti apa yang diberikan kepada ke Andi Arief.

"Para tersangka narkoba lainnya bisa jadi akan meminta diperlakukan seperti AA. Jika tidak dikabulkan polisi, akan dinilai bersikap diskriminatif," tuturnya.

"Contohnya, dalam kasus artis Sandi Tumiwa, yang sudah sejak lama mengajukan rehabilitasi tapi polisi belum mengabulkannya, sehingga dalam penanganan kasus narkoba, polisi tidak konsisten dan tebang pilih‎," kata Neta.

Andi Arief Tertangkap Narkoba

Sebelumnya, pihak kepolisian memutuskan menghentikan atau tidak menaikkan ke penyidikan kasus narkoba yang menyeret Andi Arief. ‎Wasekjen Partai Demokrat itu juga tidak ditahan dan akan dilakukan proses rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan, Andi Arief dikategorikan sebagai pengguna narkoba. Oleh karenanya, pihak kepolisian menghentikan kasus Andi Arief dan merekomendasikan untuk dilakukan assessment.

"Terhadap tersangka pengguna narkotika yang tertangkap tangan menggunakan urine positif sedangkan tidak ada barang bukti di tersangka, maka tidak dilakukan penyidikan, namun dilakukan interogasi," kata Iqbal.

Sementara itu, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah BNN, Riza Sararvati, menganggap langkah yang diambil Polri memberikan assessment terhadap Andi Arief sudah tepat. Bahkan, Riza berharap rehabilitasi terhadap Andi Arief juga bisa diberlakukan untuk pengguna lainnya.

"Langkah Polri bahwa tidak ada barang bukti dan positif urine bisa dilakukan assessment. Kami harapkan tidak hanya public figur, tapi juga untuk masyarakat umum," ujar Riza.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini