KPAI Koordinasi dengan Kominfo Selidiki Guru Nonton Film Porno di Kelas

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Selasa 05 Maret 2019 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 337 2026273 kpai-koordinasi-dengan-kominfo-selidiki-guru-nonton-film-porno-di-kelas-lDhEweSjlh.jpg Oknum guru menonton film porno di kelas, tidak sadar tayang di layar besar di belakangnya. (Instagram/infia_fact)

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan berkoordinasi dengan Kominfo untuk menelusuri kasus guru yang diduga asyik menonton film porno di dalam kelas ketika sedang mengajar. Video guru yang diduga tengah menonton film porno itu menjadi sorotan setelah viral di media sosial.

Ia menjelaskan, KPAI menyesalkan perilaku guru yang sangat tidak patut dan telah memberikan contoh buruk untuk siswanya. Ia mengatakan, bagaimana guru mau menyadarkan anak tentang bahaya pornografi, ketika si pendidik justru kecanduan pornografi. Pihaknya pun akan segera mengecek di mana peristiwa itu terjadi.

“Karena belum diketahui di sekolah mana atau kapan kejadian ini berlangsung, maka KPAI akan segera berkoordinasi dengan Kemeninfo yang memiliki alat untuk mendeteksi di mana dan kapan video tersebut dibuat,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, kepada Okezone, Selasa (5/3/2019).

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti (Dok Okezone)

Retno menjelaskan, jika lokasi sekolah tempat kejadian itu tersebut telah diketahui, KPAI mendorong pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat untuk memeriksa guru yang bersangkutan. Hal itu karena menurutnya, karena guru itu lalai saat mengajar di kelasnya sehingga mengakibatkan peserta didiknya sempat menyaksikan film yang mengandung konten pornografi tersebut.

“Seharusnya dalam proses pembelajaran tersebut, si guru mengawasi para siswanya ketika sedang mengerjakan tugas di kelas, bukan si guru malah asyik menonton film porno dengan laptopnya di meja guru. Kompetensi pendagogik dan kompetensi kepribadian si guru patut dipertanyakan,” tuturnya.

Sementara itu, kata dia, KPAI mengingatkan, angka anak-anak yang mengakses pornografi melalui internet cukup tinggi. Hal itu merujuk hasil survei yang dilakukan Kementrian PPPA (rilis 2016), paparan pornografi mencapai 63.066 melalui Google, diikuti Instagram, media online dan berbagai situs lainnya.

“Ini belum dampak buku bacaan seperti komik, buku cerita yang ada unsur pornografinya. Survei lainnya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan ada 65,34 persen anak usia sembilan hingga 19 tahun yang menggunakan gawai. KPAI sepanjang 2018 juga menerima pengaduan kasus pornografi anak sebanyak 104 kasus,” ujarnya.

Ia mengatakan, guru dan orangtua seharusnya menjadi teladan dan model bagi para siswanya untuk menggunakan gadget dengan bijak dan sehat.

(Baca Juga : Oknum Guru Nonton Film Porno di Kelas, Tak Sadar Terhubung ke Proyektor)

“Si guru yang bersangkutan kemungkinan juga memiliki anak, sebagai orangtua seharusnya dia juga teladan atau model bagi anak-anaknya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, video guru yang diduga menonton film porno di dalam kelas ketika sedang mengajar viral di media sosial Instagram, melalui unggahan @infia_fact. Bahkan, film porno itu sempat tayang di layar proyektor yang terhubung dengan laptop.

Sontak hal itu membuat sejumlah siswa yang melihatnya menjerti histeris. "Aduh Bapak. Oh my God, bapak. Jangan gitu," jerit salah satu siswi.

(Baca Juga : Viral, Ban Kendaraannya Dikempesi karena Parkir di Trotoar, Wanita Ini Ngamuk ke Petugas)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini