nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Surya Paloh Sebut Livy Andriany Menjerit karena Dikabarkan Terciduk Bareng Andi Arief

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 16:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 05 337 2026146 surya-paloh-sebut-livy-andriany-menjerit-karena-dikabarkan-terciduk-bareng-andi-arief-l1IEiyZqiI.jpg Surya Paloh (Okezone)

JAKARTA – Ketua Umum Nasdem Surya Paloh prihatin dengan nasib calon anggota legislatif (caleg) dari partainya, Livy Andriany yang sempat dikabarkan tertangkap bersama Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat.

Surya menegaskan Livy Andriany tidak ada bersama Andi Arief saat penangkapan. Menurutnya Livy yang baru kali ini maju sebagai caleg sempat syok dan terus menangis saat namanya diseret dalam kasus Andi Arief.

"Yang saya tahu dia nangis-nangis. Menjerit-jerit. Dia baru masuk jadi caleg kena serbuan begini, enggak tahan dia, nangis-nangis. Itu yang saya tahu," kata Paloh di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Surya mengaku telah meminta Livy Andriany yang juga artis sinetron agar bersabar dan tabah menghadapi cobaan.

Ia menegaskan bahwa caleg yang maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IV itu tidak ada di lokasi penangkapan Andi Arief. “Memang enggak ada (bersama Andi Arief)," ujarnya.

 

Livy Andriany

Surya Paloh mempersilakan bila Badan Advokasi Nasdem ingin menempuh jalur hukum atas hoaks yang menyeret salah satu kadernya tersebut.

Livy Andriany juga telah membantah rumor yang menyebut dirinya sedang bersama Andi Arief di Hotel Menara Peninsula.

"Akan saya persilakan, mungkin badan advokasi untuk menindaklanjuti," kata Paloh.

 

Andi Arief (Ist)

Sebelumnya, Andi Arief ditangkap polisi di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat pada akhir pekan lalu. Dia diduga menggunakan narkoba jenis sabu. Polisi menyebut Andi positif mengonsumsi sabu setelah pemeriksaan urine.

(Baca juga: Andi Arief, Korban Penculikan, Jenderal Kardus hingga Terciduk Narkoba)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan penyidik memiliki waktu 3x24 jam untuk menetapkan status Andi dalam kasus tersebut. Saat ini Andi masih menjalani pemeriksaan intensif.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini