nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Datang ke Istana, Tokoh Agama Tabayun soal Jokowi PKI

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 15:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 05 337 2026080 datang-ke-istana-tokoh-agama-tabayun-soal-jokowi-pki-YTx2JUjqcJ.jpg Presiden Jokowi bertemu dengan sejumlah tokoh agama (Foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang sejumlah tokoh agama ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/3/2019). Para tokoh agama yang diundang itu berasal dari Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Gereja Indonesia (PGI), dan para ulama dari Provinsi Aceh.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang ikut dalam pertemuan itu menerangkan bahwa para tokoh agama itu turut bertabayyun soal isu Jokowi yang merupakan kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Sebagian memanfaatkannya dengan meminta klarifikasi kepada Bapak Presiden, mereka meminta tabayun terhadap isu-isu yang berkembang. Berita tidak berdasar, hoaks dan lain sebagainya terkait Bapak Presiden itu apakah antek asing atau tidak lalu kemudian Isu PKI," kata Lukman.

Selain itu, para tokoh agama juga bertanya soal isu Jokowi yang disebutkan tidak memperhatikan umat Islam. "Dan semuanya itu dijawab oleh Bapak Presiden bahwa itu tidak benar," kata dia.

Menag Lukman Hakim

Menurut Lukman, para tokoh agama dan ulama tersebut mengharapkan bahwa Kepala Negara tidak hanya diam soal berbagai isu negatif yang sengaja disemburkan untuk membunuh karakternya. Apalagi, Jokowi maju kembali sebagai petahana di Pilpres 2019.

"Mereka meminta Presiden lebih tegas untuk menjawab dan mengklarifikasi, bahwa semua isu-isu apalagi yang berkembang itu tidak benar. Dan mereka para ulama seluruh tokoh masyarakat sangat mendukung dan bersedia sepenuhnya membantu Presiden," ujarnya.

Menag melanjutkan, alasan Presiden Jokowi tak terlalu memperdulikan dengan isu yang menyerang dirinya karena ingin proses demokrasi dan politik tidak menimbulkan kegaduhan.

Presiden Jokowi, kata dia, mengharapkan agenda politik yang memang menimbulkan keragaman dalam pemilihan karena berlangsung serentak tersebut bisa berjalan dengan baik dan damai.

"Karena memang agenda politik itu kan tidak tunggal, selalu ada pilihan pilihan, ada anggota legislatif ada capres, cawapres. Tapi keragaman ini jangan sampai lalu kemudian ditempuh dengan cara-cara tidak sehat, dengan membuat berita-berita yang tidak berdasar apalagi saling menebarkan fitnah," sambungnya.

"Ini akibatnya tidak hanya pada para calon yang sedang tampil apakah caleg atau capres dan cawapres, tapi keutuhan bangsa ini secara keseluruhan," tambah Lukman.

Ia menambahkan, Jokowi juga tidak ingin adanya perbedaan pandangan dalam Pemilu serentak 2019 bisa mengancam keutuhan bangsa. "Ini yang Bapak Presiden wanti-wanti dan seluruh ulama sangat amat mendukung," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini