nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Napi Kendalikan Narkotika, BNN Minta Dirjen Pas Dievaluasi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 09:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 05 337 2025907 banyak-napi-kendalikan-narkotika-bnn-minta-dirjen-pas-dievaluasi-dj2FC9hVdl.jpg Penjara (Reuters)

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, sampai saat ini masih ditemukan banyaknya Narapidana (Napi) yang dengan bebas dapat mengendalikan peredaran narkoba dibalik jeruji besi.

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari menyebut jika BNN sudah melakukan semua upaya untuk mencegah praktik kriminal dari dalam penjara kembali terulang, termasuk inspeksi mendadak (sidak).

 Baca juga: Lapas Masih Jadi "Surga" Pengedar Narkoba

Tetapi, kata Arman, sampai saat ini masih ditemukan banyaknya hal tersebut. Oleh karena itu, Arman meminta kepada Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly untuk mereposisi serta mengevaluasi kinerja dari Dirjen Pemasyarakatan (Pas)

 Narkoba

"Apalagi kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan dirjen Pas, namun tetap saja kami masih menemukan napi yang mengendalikan penyelundupan narkotika," kata Arman, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

 Baca juga: IRT Ini Selundupkan Sabu di Kopi Sachet untuk Suaminya di Lapas

Arman menduga petugas Lapas kurang perhatian dan kontrol, sehingga narapidana bebas melakukan apa saja dari dalam penjara.

"Sangat sering (komunikasi). Tapi, kalau komunikasi saja tanpa aksi, tanpa keinginan untuk lebih baik, ya percuma," tegas Arman.

Dengan melakukan reposisi, kata Arman, pastinya peredaran narkotika yang akan masuk ke Indonesia bisa berkurang.Arman berharap petugas-petugas Lapas dapat memperbaiki integritasnya.

 Baca juga: Selundupkan Sabu ke Lapas, Oknum Sipir di Jambi Dapat Bayaran Rp6 Juta

"Seharusnya, kita masing-masing harus perbaiki. Kalau tidak bisa diperbaiki, ya dikoreksi. Koreksi juga tidak bisa, evaluasi. Itu juga tidak bisa, reposisi," ujar Arman.

"Ini tentang semua masyarakat Indonesia, bukan perorangan. Jadi kami punya kepentingan. Kalau tidak ngapain kita bermalam-malam, berminggu-minggu ditungguin. Ya, supaya ini jangan masuk ke tengah-tengah masyarakat," ucap Arman mengakhiri.

(rzy)

Berita Terkait

Lapas Narkoba

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini