nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Bekukan Rp60 Miliar Milik Perusahaan Suami Artis Inneke Koesherawati

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 09:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 04 337 2025432 kpk-bekukan-rp60-miliar-milik-perusahaan-suami-artis-inneke-koesherawati-nTdyCnvNEZ.jpg Fahmi Darmawansyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membekukan uang sebesar Rp60 miliar yang ada di rekening PT Merial Esa (ME). PT ME sendiri merupakan milik suami dari artis Inneke Koesherawati yakni Fahmi Darmawansyah.

"Dalam proses penyidikan dengan tersangka korporasi PT ME, KPK telah membekukan uang sekitar Rp60 miliar yang berada di rekening yang terkait dengan PT ME," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

Menurut Febri, pembekuan uang ini merupakan bagian dari upaya untuk mengejar keuntungan yang diduga diperoleh PT ME sebagai akibat dari suap yang diberikan kepada anggota DPR Fayakhun Andriadi untuk mengurus anggaran di Bakamla.

"Dalam hal ini, KPK menduga PT ME menggunakan bendera PT MTI yang mengerjakan proyek Satelit Monitoring di Bakamla RI. Sehingga, keuntungan yang tidak semestinya yang didapatkan korporasi akan kami upayakan semaksimal mungkin dikembalikan pada negara," ucap Febri.

(Baca juga: KPK Tetapkan PT Merial Esa Tersangka Korporasi di Proyek Bakamla)

Artis Inneke Koesherawati. (Foto: Okezone)

Ia mengatakan, pembekuan uang di rekening PT ME ini diharapkan dapat‎ menjadi pembelajaran bagi korporasi lain. Sebab jika korporasi diproses baik dalam kasus suap ataupun kerugian keuangan negara, maka KPK akan memproses keuntungan yang didapatkan akibat tindak pidana tersebut.

"Sehingga akan lebih baik jika korporasi yang ada di Indonesia membangun sistem pencegahan korupsi dan memastikan tidak memberikan suap, baik untuk mengurus anggaran, memenangkan tender, ataupun memperoleh perizinan," ujarnya.

KPK sendiri telah menetapkan PT Merial Esa (ME) sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan suap terkait proses pembahasan dan pengesahan anggaran proyek pada Badan Keamanan Laut (Bakamla).

PT ME diduga secara bersama-sama atau memberikan serta menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara terkait proses pembahasan dan pengesahan anggaran dalam APBN‎-P 2016 untuk Bakamla.

Dalam perkara ini, Komisaris PT ME Erwin Sya'af Arief yang sudah ditetapkan tersangka diduga berkomunikasi dengan anggota Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi mengupayakan agar proyek satelit monitoring (satmon) di Bakamla masuk APBN-P 2016.

(Baca juga: Suami Artis Inneke Koesherawati Dituntut 5 Tahun Penjara)

Fahmi Darmawansyah. (Foto: Okezone)

Erwin menjanjikan komisi tambahan untuk Fayakhun Andriadi jika berhasil meloloskan permintaannya. Total commitment fee dalam proyek ini yaitu 7 persen, di mana 1 persennya diperuntukkan bagi Fayakhun Andriadi.

Sebagai realisasi commitment fee, Direktur PT ME Fahmi Darmawansyah memberikan uang kepada Fayakhun Andriadi sebesar USD911.480 atau sekira Rp12 miliar yang dikirim secara bertahap sebanyak empat kali melalui rekening di Singapura dan Guangzhou China.‎

Atas perbuatannya, PT ME disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 ‎Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini