Eni Saragih Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 01 Maret 2019 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 01 337 2024517 eni-saragih-divonis-6-tahun-penjara-dan-denda-rp200-juta-ezDSZoDOfJ.jpg Eni Saragih

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih divonis enam tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Selain itu, Eni juga diganjar untuk membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan.

Hakim menyatakan bahwa Eni selaku anggota DPR RI terbukti bersalah karena menerima suap sebesar Rp4,75 miliar‎ dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1.‎ Selain itu, Hakim juga meyakini bahwa Eni terbukti telah menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha.

"Terdakwa Eni Maulani Saragih terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi‎ secara bersama-sama dalam satu perkara," kata Ketua Majelis Hakim Yanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).‎

‎Dalam putusannya, hakim mempertimbangkan keadaan yang memberatkan terhadap Eni. Hal yang memberatkan, karena perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas Tipikor. Sebab, korupsi merupakan kejahatan luar biasa.

Eni Saragih di persidangan (Foto: Arie/Okezone)

(Baca Juga: Eni Saragih Didakwa Terima Gratifikasi Rp5,6 Miliar dan SGD40 Ribu)

Sedangkan hal-hal yang meringankan yakni, Eni Saragih berlaku sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya dengan terus terang. Kemudian, Eni juga telah menyerahkan sebagian uang yang telah diterimanya, serta belum pernah dihukum.

Hakim juga menghukum pidana tambahan kepada Eni Saragih yakni untuk membayar uang pengganti sebesar Rp5,87 miliar dan 40 ribu Dollar Singapura. Namun, apabila Eni tidak membayar uang pengganti tersebut dalam kurun waktu satu bulan, maka harta bendanya akan disita.

"Dalam hal terdakwa tidak punya harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka, terdakwa akan dipidana penjara selama enam bulan," tambahnya.

Menanggapi putusan hakim, Eni menyatakan menerima dengan ikhlas. Sementara Jaksa penuntut umum masih berpikir-pikir apakah akan mengajukan upaya hukum lainnya terhadap putusan hakim tersebut.

‎Putusan Hakim tersebut lebih rendah dua tahun dari tuntutan Jaksa. Dimana sebelumnya, Eni Saragih dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair emapt bulan kurungan oleh Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Eni Saragih sendiri terbukti bersalah karena menerima uang suap sebesar Rp4,75 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1.‎ Selain itu, Eni juga diyakini telah menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha.

Hakim meyakini Eni menerima gratifikasi berupa uang sebesar Rp5.600.000.000 dan SGD40.000 dari beberapa direktur dan pemilik perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas (migas).

Selain gratifikasi, Eni Maulani Saragih juga dipandang telah menerima suap sebesar Rp4.750.000.000 secara bertahap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek pembangunan mulut tambang PLTU Riau-1.

Uang itu sengaja diberikan Kotjo kepada Eni untuk mendapatkan proyek Independent Power Produce (IPP) PLTU mulut tambang Riau-1 antara PT pembangkitan Jawa-Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini