Share

Pola Pikir & Budaya Kerja Jadi Tantangan di Industri Media

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 01 Maret 2019 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 01 337 2024499 pola-pikir-budaya-kerja-jadi-tantangan-di-industri-media-b1yLHG5b3d.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Pemimpin Redaksi (Pemred) Kompas Ninuk Mardiana Pambudi menilai, tantangan revolusi industri 4.0 yang paling mengkhawatirkan bagi industri media adalah mengubah pola pikir dan budaya kerja. Terlebih mereka para pelaku jurnalistik terdahulu yang lebih terbiasa dengan media cetak.

"Banyak sekali berita berita yang sudah tidak mengikuti 5W+1H, belum lagi nanti dia bikin judul yang klik bait jari, ketika kita berhadapan pada situasi distruksi bukan hanya dari sisi platform tapi dari tradisi jurnalistiknya itu sendiri, itu yang lebih mengkhawatirkan," kata Ninuk saat diskusi di acara Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (1/3/3/2019).

Disisi lain, kata dia, hal itu banyak disukai oleh masyarakat meski berita yang dilihat dari sumber yang tidak dikenali. Namun mengubah budaya dan pola pikir tidak mudah bagi mereka para generasi yang lebih menyukai era digiral.

"Ini bagaimana mengubah, bukan pembacanya tetapi pekerjanya sendiri, jurnalisnya itu salah satu tantanga yang kita hadapi," ungkapnya.

Namun demikian, kata dia, masih banyak pembaca yang mau mencari informasi pemberitaan yang baik. Terutama di daerah, hal menjadi salah satu bagian yang menggembirakan bagi perusahaan media.

"Saya belum tahu arah kedepan kita bagaimana, yang jelas saya setuju bahwa apa yang menjadi dampak teknologi digital bagaimana cara kita berfikir untuk bisa menghasilkan gagasan baru inovasi baru, karena kita ditantang betul untuk bisa memanfaatkan teknologi," tambahnya.

Dalam hal ini, ia merasa optimis dengan mengedepankan jurnalistik yang baik akan tetap mempertahankan posisi media.

"Karena laporan jurnalis yang baik, ada kesadaran juga bahwa berita yang disampaikan melalui digital, banyak hoaksnya jadi mereka (masyarakat) selalu mencari konfirmasi dari jurnalis yang dipercaya," tukasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini