nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut PT Putra Pratama Unggul Lines Dipangil KPK Terkait Suap Proyek Bakamla

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 10:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 01 337 2024368 dirut-pt-putra-pratama-unggul-lines-dipangil-kpk-terkait-suap-proyek-bakamla-05ON1cuwZB.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Putra Pratama Unggul Lines, H Muhammad Rusmin dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi, pada hari ini, Jumat (1/3/2019).

Rusmin diperiksa terkait kasus dugaan suap pembahasan dan pengesahan anggaran proyek satelit monitoring dan drone milik Badan Keamanan Laut (Bakamla). Dia diperiksa untuk tersangka Direktur Manajer PT Rohde and Schwarz Indonesia, Erwin Sya'af Arief (EA).

(Baca Juga: Ini Peran Tersangka Baru Kasus Suap Proyek Bakamla) 

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EA," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2019).

 

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tujuh tersangka terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitoring dan drone di Bakamla. Dari tujuh tersangka, enam diantaranya sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor.

Saat ini, tinggal Erwin yang masih menjalani proses penyidikan di KPK. Erwin diduga telah membantu Direktur PT Merial Esa, Fahmi Dharmawansyah yang kini telah divonis bersalah, untuk menyalurkan uang suap kepada Anggota DPR RI, Fayakhun Andriadi.

Atas perbuatannya, Erwin disangkakan pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP.

(Baca Juga: KPK Periksa Mantan Narapidana Kasus Suap Proyek Bakamla)


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini