Jokowi Ajak Nahdliyin Perangi Hoaks Larangan Azan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 27 Februari 2019 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 27 337 2023554 jokowi-ajak-nahdliyin-perangi-hoaks-larangan-azan-t1FqozrCJJ.jpg Presiden Jokowi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk memerangi hoaks tentang pemerintah yang akan melakukan pelarangan azan dan pernikahan sesama jenis.

Jokowi meminta agar Nahdliyin bisa meluruskan fitnah tersebut jika para pelaku penyebar kampanye hitam itu masih melakukan kampanyenya dari pintu ke pintu.

"Saya titip direspons dengan baik oleh NU, terutama kalau ada fitnah, isu-isu, yang dari pintu ke pintu, sudah dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah," kata Jokowi saat menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

Kepala Negara menerangkan bahwa pemerintah tidak akan melarang jika kampanye dalam Pilpres 2019 itu disebarkan dengan cara-cara kebaikan meskipun dari pintu ke pintu.

(Baca Juga: Jokowi: 9 Juta Orang Percaya Hoaks Larangan Azan)

Menurut calon presiden (capres) petahana itu kampanye hitam akan meresahkan masyarakat sehingga harus segera dicegah.

"Ini yang harus dicegah dan direspons. Kita harus berani respons," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sudah berdiskusi dengan calon wakil presiden (cawapres) KH Ma'ruf Amin untuk menghadapi fitnah tersebut. Ia ingin masyarakat tidak tersesat dengan hoaks menjelang Pilpres 2019.

"Kalau hal-hal sepert ini tidak direspons dan kita diam, masyarkat akan termakan," kata dia.

Sebab, kata Jokowi, akibat sebaran hoaks yang dilakukan tersebut, sekira 9 juta orang percaya akan informasi bohong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini